Miliki Penangkaran, Balikpapan Sentra Bawang Merah

BALIKPAPAN – Komoditas bawang merah, salah satu komoditi pangan yang sering memberikan andil pada inflasi Kota Balikpapan.

Untuk mengendalikan inflasi pada komoditas tersebut Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan (KPwBI) Balikpapan, membangun gudang penangkaran bawang merah yang hari ini diresmikan oleh Wali Kota Rizal Effendi bersama petani sekaligus panen bawang merah hasil tanam bantuan bibit KPwBI Balikpapan.

Kehadiran gudang penangkaran bawang merah tersebut, membuat petani mengharapkan Kota Balikpapan bisa menjadi daerah penghasil yang memproduksi bawang merah. Kota Balikpapan diharapkan juga bisa menjadi sentra bibit bawang merah di Balikpapan. Mengingat sebelumnya, bibit selalu didatangkan dari luar daerah.

Area bawang merah klaster binaan kantor perwakilan Bank Indonesia Balikpapan di Gunung Bubukan, Balikpapan. Foto: Ferry Cahyanti

“Alhamdulillah kami bisa ikut dalam pelatihan budidaya di Brebes yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Balikpapan. Banyak ilmu yang kami peroleh, dari berbagai metode cara penangkaran bibit dan bagaimana bertanam agar berhasil,” jelas Ketua Kelompok Hikma Bahar di sela peresmian gudang penangkaran dan panen bawang merah di Gunung Bubukan, Kelurahan Teritip, Kota Balikpapan, Kamis sore (14/13/2017).

Disebutkannya, setelah pelatihan dan mempraktikkan dengan menanam langsung bibit yang diberikan, hasil panennya sangat luar biasa. “Sudah kami rasakan setelah berlatih 1 ton bibit bisa menghasilkan 10 ton bawang merah. Dulu kami pernah gagal, setelah belajar kami dapat melihat hasilnya,” gebunya.

Untuk itu, Bahar mengharapkan, setelah berhasil menanam bawang merah dapat terus berkelanjutan dan Balikpapan bisa menjadi sentral bawang merah di Kaltim.

“Semoga daerah kami bisa menjadi daerah sentral bawang merah di Kaltim, Balikpapan khususnya. Kami juga minta diberikan kemudahan dan akses ke pasar agar terjual dengan harga yang bagus,” harapnya.

Kepala KPw BI Balikpapan, Suharman Tabrani mengungkapkan, pada awal 2017 BI bekerjasama dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melaksanakan program pengembangan klaster bawang merah untuk tahun 2017-2019.

“Tahun ini tahapannya dengan perbaikan produksi bawang merah untuk meningkatkan produksi baik sisi kualitas dan kuantitas. Selanjutnya dari pelatihan pada petani, budidaya bawang merah hingga petani yang berkomitmen akan ditangkar kembali 50 persen dari hasil panen,” terangnya.

Pihaknya mengharapkan dengan gudang penangkaran menghasilkan bibit dan menghasilkan produksi bawang merah, Balikpapan tidak bergantung dari daerah lain. Bahkan bisa menjadi sentra bibit bawang merah di kota sendiri.

“Gudang penangkaran bawang merah terdiri dari dua ruangan, yaitu ruangan penyimpanan dan ruangan pengasapan. Ruang pengasapan akan digunakan untuk proses pengasapan calon bibit bawang,” beber Suharman.

Sementara itu, Wali Kota Rizal Effendi mengatakan, Balikpapan bisa menjadi daerah produksi bibit untuk Balikpapan. Tidak lagi bergantung pada daerah lain untuk memenuhi kebutuhan bawang merah.

“Tidak usah jauh-jauh Kaltim, penuhi daerah produksi di Balikpapan sudah baik. Karena kita tahu selama ini 90 persen kebutuhan bawang merah untuk kota masih dipenuhi oleh luar daerah,” tambahnya.

Pihaknya juga meminta kepada dinas terkait apabila panen maka bisa juga dihubungkan langsung dengan restoran atau yang membutuhkan bawang sesuai dengan harga pasar.

“Setuju sekali apa yang diminta petani itu, dihubungkan langsung dengan restoran di Balikpapan agar hasil panennya dapat dimanfaatkan dengan baik,” ujarnya.

Lihat juga...