MUI Ancam Boikot Produk Amerika

JAKARTA – Sikap Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel telah menuai kritik dari segala penjuru dunia.

Jika Trump tidak membatalkan keputusannya tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan menyerukan untuk melakukan pemboikotan terhadap produk-produk Amerika.

Demikian disampaikan Ketua Umum MUI, KH.Ma’ruf Amin pada konferensi pers di aula lantai 4 Kantor MUI Pusat, Jakarta, Kamis (14/12/2017) sore.

“Kalau Trump bandel, summun bukmun umyum fahum layarji’un. Kita akan serukan boikot saja. Kita serukan, agar seluruh dunia untuk memboikot produk-produk Amerika. Kalau memang Trump, bandel”,  tegas Ma’ruf, disambut takbir Allahu Akbar para Ormas Islam yang hadir.

Ma’ruf mengatakan, sikap MUI sama halnya dengan sikap pemerintah Indonesia yang menolak keras keputusan Trump tersebut.

MUI berharap, keputusan Trump segera dibatalkan, karena sangat menyakiti umat Islam di seluruh dunia. “Pernyataan Trump yang menjadikan Yerusalem sebagai ibu kota Isreal Ini menyakitkan kita semua, umat Islam di seluruh dunia,” kata Ma’ruf.

Dunia, sebut dia, sekarang berteriak dan meminta supaya Trump mencabut keputusannya itu. Banyak negara mengecam dan melakukan demonstrasi. Bahkan sidang OKI (Organisasi Kerjasama Islam) memutuskan, Yerusalem adalah Ibu Kota Palestina.

Umat Islam Indonesia, jelas Ma’ruf, justru yang pertama yang akan mendukung keputusan OKI. Apalagi, Konferensi Asia Afrika juga mendorong kemerdekaan Palestina.

Maka, kata Ma’ruf, menjadi kewajiban umat Islam Indonesia menyuarakan Trump, agar tidak melaksnakan pemindahan Kedutaan Besar (Kedubes) AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Sebagai bukti pembelaan MUI bersama umat Islam seluruh Indonesia, kata Ma’ruf, maka MUI akan mengadakan Aksi Bela Palestina pada Ahad, 17 Desember 2017 mendatang ke Kedubes AS dan sekitar Monumen Nasional (Monas), Jakarta.

“Atas sikap Trump itu, selain demo, MUI juga akan membuat petisi kepada Kedubes AS dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB),” tukas Ma’ruf.

Wakil Sekertaris Dewan Pertimbangan MUI, Ustad Bachtiar Nasir, menambahkan, demo Bela Palestina yang akan digelar pada Ahad mendatang menargetkan 2 juta peserta.

“Target minimal 2 juta orang, tapi bisa lebih. Waallhu A’lam,” kata Bachtiar.

Jika kemungkinan ada  penyusup di tengah-tengah demo tersebut, Bachtiar mengatakan,  setelah umat Islam beberapa kali melakukan aksi, selalu ada antisipasi dari Polri dan TNI. Ini  mudah-mudahan itu bisa diredam dan umat sudah cerdas menghadapi provoksi-provokasi seperti itu.

“Apalagi, ini dalam rangka persatuan dan juga menunjukkan perdamaian Indonesia, sehingga provokasi idak akan mendapat tempat lagi di hati umat Islam,” kata Bachtiar.

Lihat juga...