Musim Hujan di NTB Diprediksi Lama, Masyarakat Waspada Cuaca Ekstrem

MATARAM — Musim hujan tahun diprediksi akan berlangsung lebih lama dari tahun sebelumnya yang bisanya sampai Januari, tahun ini hujan diprediksi akan berlangsung hingga April 2018.

“Dari hasil laporan pemantauan BMKG, musim hujan di NTB tahun ini akan lebih panjang, yaitu sampai April 2018 disertai petir dan angin kencang,” kata Kepala Badan Penanggulanganan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Muhammad Rum di Mataram, Rabu (27/12/2017).

Karena itulah masyarakat diminta perlu waspada ancaman cuaca ekstrem dan bencana Longsor, Gempa Bumi, Banjir dan Tsunami (LGBT) terutama masyarakat pesisir kawasan hutan maupun pesisir pantai.

Dan memang dari hasil kajian, apalagi kalau bicara banjir dan tanah longsor memang kalau sudah musim hujan selalu ada potensi. Apalagi bencana gempa bumi dan tsunami yang memang hasil kajian Geofisika diprediksi akan terjadi pada penghujung tahun ini.

“Mudahan saja tidak terjadi di daerah kita, sebab prediksi Geofisika, akan terjadi di Asia.”

Kepada masyarakat, Rum meminta supaya bisa menjauhkan diri dari tempat yang berpotensi tsunami seperti kawasan pantai Kuta, Lombok Tengah, Lunyuk Sumbawa dan Tanjung, Lombok Utara terutama memasuki liburan tahu baru, sebab gelombang air laut juga tinggi.

Sebelumnya, Kepala Stasiun Meteorologi Bandara Internasional Lombok, l Gusti Agung Angga Dwik Sanjaya meminta masyarakat mewaspadai gelombang air laut tinggi dan pohon tumbang akibat mendung disertai angin kencang yang terjadi selama musim hujan.

Kondisi sekarang ini disebabkan adanya gangguan cuaca di sekitar NTB, yaitu adanya palung tekanan rendah di selatan NTB.

Hujan ringan sedang hingga lebat terpantau di sebagian wilayah Lombok Barat, dan Lombok Tengah bagian selatan.

Untuk itu dihimbau kepada masyarakat agar berhati-hati selama beraktivitas di luar, waspadai akibat adanya angin kencang ini yaitu, pohon tumbang.

Lihat juga...