Natal, Lonjakan Penumpang Pelabuhan Trisakti Diprediksi 15 Persen

BANJARMASIN — General Manager PT Pelindo III Cabang Banjarmasin Recky Julius Uruilal memprediksi, kenaikan jumlah penumpang kapal laut dari Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin ke Pulau Jawa pada momen Natal dan tahun baru hanya mencapai 15 persen.

Hal tersebut diungkapkannya di sela melakukan peninjauan langsung arus mudik pada momen natal dan tahun baru, Kamis, (21/12/2017) di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.

“Arus mudik kali ini tidak sebesar Ramadan dan Idul Fitri. Kalau pada momen tersebut kenaikan arus mudik bisa tembus hingga 100 persen. Sementara momen natal dan tahun baru ini paling hanya sekitar 15 persen,” jelas Recky.

Dirinya memprediksi puncak arus mudik di momen Natal dan tahun baru terjadi pada 17-28 Desember 2017. Sejauh ini memang beberapa hari terakhir sudah mulai terlihat lonjakan penumpang dari tiap kapal yang sandar.

“Untuk hari ini saja di Kapal Mila Utama misalnya, yang sandar penumpangnya mencapai 30 orang, sedangkan yang berangkat mencapai 70 orang. Kalau hari biasa malah banyak yang sandar dari pada berangkat,” ungkapnya.

Terkait persiapan Pelindo, pihaknya mengaku sudah membuat pos khusus mulai 18 Desember 2017- 8 Januari 2018. Pelindo menggandeng Kepolisian dan Kantor Syahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Banjarmasin.

“Fasilitas ruang tunggu pun juga kita sudah lakukan pengecekan agar bisa dimanfaatkan pemudik dengan baik. Bahkan kita berencana menambah alat pijat refleksi bekerjasama dengan vendor untuk bisa dimanfaatkan oleh pemudik yang kelelahan,” tambahnya.

Di momen natal dan tahun baru ini, bukan saja hanya arus mudik yang mengalami kenaikan. Arus barang dari Surabaya ke Banjarmasin pun juga ikut mengalami kenaikan hingga 30 persen.

Bahkan kapal Roro yang mengangkut truk barang dari Surabaya sekitar sebulan terakhir rata-rata bisa membawa 60 truk, padahal pada hari biasa hanya sekitar 30-40 truk saja.

“Kan kebutuhan konveksi dan kebutuhan pokok cukup besar di Kalsel dan Kalteng pada momen akhir tahun ini. Makanya wajar kuantitas truk barang yang masuk ikut mengalami kenaikan,” katanya.

Sementara itu, Ahmad Sadikin, salah satu penumpang kapal Marina Utama mengaku, menggunakan kapal laut untuk mudik ke Surabaya karena sudah begitu mahalnya harga tiket pesawat.

Dengan menggunakan kapal laut, selain jauh lebih murah harga tiketnya, ia pun juga bisa sekalian membawa mobil agar bisa menggunakannya saat berlibur bersama keluarga nantinya.

“Saya mudik ke Surabaya ini dengan membawa serta anak dan istri. Niatnya selain mengunjungi sanak saudara disana, juga sekalian liburan akhir tahun,” ujar Ahmad Sadikin.

Lihat juga...