Naturalisasi Beto-Vizcarra Tinggal Selangkah

PALEMBANG – Proses naturalisasi dua pemain Sriwijaya FC menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) yakni Alberto Goncalves (Brazil) dan Esteban Vizcarra (Argentina) tinggal selangkah lagi. Manajemen klub menyebut telah merampungkan persyaratan administrasi di Dirjen Imigrasi Kemenkum HAM.

Manajer Sriwijaya FC Ucok Hidayat di Palembang, Jumat (22/12/2017), mengatakan, dua pemain tersebut diharapkan segera ke Indonesia untuk memenuhi persyaratan wawancara tatap muka langsung.”Imigrasi ingin benar-benar memastikan bahwa keinginan keduanya untuk menjadi WNI itu tanpa paksaan,” ucap Ucok.

Hanya saja, proses wawancara itu tidak dapat dilakukan mengingat keduanya masih berlibur di kampung halaman masing-masing. Hanya saja dengan proses yang sudah berlangsung Ucok sangat yakin proses tidak akan mengalami kendala sehingga memunculkan rasa optimis dalam waktu dekat kedua pemain bola tersebut akan segera menjadi WNI.

Sebelumnya, pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan (RD) mengatakan dirinya telah menyiapkan rencana untuk mengantisipasi skenario terburuk jika dua pemain asing yakni Alberto Goncalves dan Esteban Vizcarra gagal dalam proses naturalisasi.

“Kami terus memantau situasi ini dan saya pribadi harus segera menyiapkan alternatif lain jika hal ini (naturalisasi gagal) terjadi,” tutur RD.

Gelombang naturalisasi pemain meledak pada periode 2011-2012. Setidaknya hampir 10 pemain asing dan keturunan Indonesia yang dinaturalisasi. Saat itu, mereka digadang-gadang akan dibawa dalam skuad tim nasional Indonesia untuk menghadapi SEA Games 2011 dan turnamen Asosiasi Federasi Sepak Bola Asia Tenggara atau Piala AFF 2012.

Alberto Goncalves “Beto” sebelumnya di tahun 2010 sempat mengikuti proses naturalisasi bersama Christian Gonzales untuk memanfaatkan peluang masuk Tim Nasional. Namun, harapannya berseragam Merah Putih harus pupus karena ketika itu ia mengalami cedera cukup parah saat masih membela Persipura.

Kini keinginan Beto untuk menjadi WNI bukan dilatari lagi karena ingin memperkuat Timnas. Usia yang sudah tidak muda lagi membuatnya harus realistis sehingga tujuan utamanya karena ingin membantu Sriwijaya FC. Jika dirinya memakai slot pemain lokal maka Sriwijaya FC bisa membidik pemain asing lain untuk membentuk The Dream Team yang ditargetkan juara di Liga 1 dan menjadi kontestan AFC Cup tahun mendatang.

Di samping itu, Beto juga tidak membantah bahwa ia memiliki motivasi lain karena telah menyunting perempuan Indonesia, memiliki dua anak yang lahir di Indonesia dan memiliki sebuah rumah di Jakarta. “Jika saya sudah WNI maka saya tidak mesti repot-repot lagi mengurus izin tinggal di Indonesia. Saya juga masih berharap bisa main 2-3 tahun lagi di Liga Indonesia, termasuk jika memungkinkan saya masih berharap masih bisa memperkuat skuat Timnas,” kata pemain berusia 36 tahun tersebut.

Sriwijaya FC merupakan tim paling sibuk musim ini dalam masa persiapan sebelum Liga 1 bergulir yang diperkirakan pada akhir Februari 2018.Tiga pemain asing telah bergabung dalam latihan tim yakni Manuchehr Jalilov (pemain terbaik AFC Cup 2017 sekaligus pemain Timnas Tajikistan), Makan Kanote (Mali) dan Mohammadou Ndiaye (Timnas Mali). (Ant)

Lihat juga...