Nelayan Diminta Jauhi Kawasan Produksi Migas

LHOKSUKON – Lembaga adat laut Kabupaten Aceh Utara Panglima Laot mengimbau nelayan untuk tidak melaut di dekat anjungan produksi migas NSO-A. Aktivitas pencarian ikan di dekat produksi migas di lepas pantai perairan Jambo Aye disebut sangat berbahaya.

Sekretaris Panglima Laot Aceh Utara Asnawai Idris mengatakan, mencari ikan di dekat lokasi produksi minyak dan gas berbahaya karena bisa menimbulkan korban jiwa. “Jika sewaktu-waktu terjadi kebocoran pipa, itu sangat berbahaya bagi nelayan,” jelasnya, Jumat (29/12/2017).

Anjungan produksi migas lepas pantai North Sumatra Offshore (NSO) milik Pertamina Hulu Energi North Sumatra Block (PHE NSB) dan PHE NSO berada di sekitar 10 mil atas perairan Jambo Aye, Aceh Utara.

Asnawai menyebut, perwakilan nelayandari delapan kecamatan di Aceh Utara, termasuk dari Panglima Laot telah mendapatkan disosialisasi larangan melaut di kawasan produksi migas oleh PHE NSB. Dalam sosialisasi tersebut, salah satu nbahaya yang disebutkan adalah mengenai kemungkinan kebocoran produksi.

Ketika terjadi kebocoran, akan keluar zat kimia yang disebut sangat berbahaya serta mematikan jika terhirup oleh manusia. “Diimbau agar para nelayan Aceh Utara khususnya untuk tidak mendekati lokasi produksi migas tersebut. Jarak aman bagi nelayan adalah 3 kilometer dari anjungan,” tambahnya.

Asnawai menyebut, di lokasi produksi migas memang banyak terdapat ikan bersarang dan bersembunyi. Hal tersebut menarik minat nelayan untuk datang karena ikan berbagai jenis dapat dengan mudah ditemukan.

Terpisah, Manajer Humas PHE NSB Armia Ramli membenarkan adanya larangan melaut di kawasan produksi migas di lepas pantai. Dan hal tersebut diklaim telah disosialisasikan kepada para perwakilan nelayan. “Harapannya pemahaman yang didapat agar disosialiasikan lagi kepada nelayan khususnya yang ada di Aceh Utara,” tandasnya.

Armia menyebut, selama ini nelayan kerap melakukan aktivitas penangkapan ikan di dekat anjungan produksi migas. Senada dengan Asnawai, hal tersebut menjadi sangat berbahaya ketika sewaktu-waktu terjadi kobocoran pipa. “Jarak yang harus dihindari oleh nelayan dari anjungan produksi migas ini adalah 3 kilometer. Jika terjadi kebocoran pipa pada jarak tersebut, maka dipastikan nelayan akan aman,” pungkas Armia. (Ant)

Lihat juga...