Nelayan DIY Hadapi Banyak Kendala

YOGYAKARTA – Sejumlah nelayan di DIY berharap adanya tempat produksi kapal penangkapan ikan berukuran di atas 10 Gross Tonage (GT), karena DIY sampai saat ini belum memiliki tempat pembuatan kapal penangkapan ikan ukuran sedang tersebut.

Nelayan pun mengaku kesulitan jika harus memesan sarana alat tangkap utama tersebut. “Selama ini kita harus memesan kapal di atas 10 GT hingga ke daerah Cilacap. Karena di sana paling dekat. Itu kan cukup jauh. Kita berharap pemerintah bisa membangun tempat pembuatan kapal penangkapan ikan itu di DIY,” ujar salah seorang nelayan, Sarman, saat acara kunjungan kerja dan penyerahan bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Anggota Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi, Titiek Soeharto, di Pantai Depok, Bantul.

Tak hanya itu, sejumlah nelayan juga mengeluhkan belum adanya Stasiun Pengisian Bahan Bakar khusus bagi Nelayan (SPBN), sehingga membuat mereka harus membeli BBM ke SPBU pada umumnya.

Padahal, BBM merupakan kebutuhan utama bagi para nelayan dalam melakukan aktivitas penangkapan ikan di laut. “Mohon dibuat SPBU untuk nelayan, karena di sini belum ada,” ujar salah seorang nelayan, Askapul.

Titiek Soeharto dalam kunjungan kerja dan penyerahan bantuan dari KKP di Pantai Depok, Bantul, Yogyakarta, Minggu (10/12/2017). –Foto: Jatmika H Kusmargana

Di hadapan sejumlah pejabat seperti Dirjen Perikanan Tangkap, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Syarif Widjaya, Anggota Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Suwarman Partosuwiryo, dan nelayan juga mengeluhkan sejumlah kendala lain. Seperti kurang memadainya tempat pendaratan ikan, belum juga berfungsinya Pelabuhan Tanjung Adikarto, Kulonprogo, hingga isu rencana rekolasi nelayan yang berada di daerah wisata.

Menanggapi keluhan sejumlah nelayan itu, Anggota Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, meminta kepada pihak terkait, baik pemerintah daerah, provinsi, pusat maupun pemangku kepentingan lainnya agar segera merespon sejumlah hal yang diungkapkan para nelayan.

Titiek Soeharto mengaku akan terus mengawal dan berupaya membantu mengatasi sejumlah kendala nelayan DIY tersebut. “Pendirian SPBN semestinya bisa dilakukan dengan kerja sama antara koperasi dengan Pertamina. Tinggal menguhubungi pihak Petamina saja. Untuk pantai yang menjadi daerah wisata, mestinya nelayan jangan digusur. Justru bagaimana keduanya bisa disinergikan,” ujarnya.

Lihat juga...