Nelayan Rajabasa Mulai Melaut Meski Hasil Tangkapan Belum Maksimal

LAMPUNG — Sejumlah nelayan di pesisir barat Lampung meliputi Kecamatan Rajabasa, Kalianda mulai melakuka melaut setelah sejak awal Desember tidak melakukan aktivitas akibat gelombang tinggi dan angin kencang. Meski demikian yang beroperasi baru sekitar 40 persen dari total nelayan yang ada di wilayah tersebut.

Sihabudin (45), pengurus Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Way Muli menyebutkan, jumlah nelayan aktif yang mendaratkan ikannya di TPI Way Muli hingga akhir tahun 2017 berjumlah sebanyak 144 kapal tangkap jenis perahu ketinting dan perahu bermesin. Jumlah total kapal nelayan tangkap tersebut meliputi sebanyak 32 unit kapal bermesin dengan bobot 3 gross ton (GT) dan sebanyak 112 unit kapal ketinting dengan bobot 0,5 GT.

“Pasca gelombang pasang dan kerusakan sejumlah perahu milik nelayan tangkap memang sudah ada nelayan yang berangkat melaut namun masih sedikit menunggu kondisi cuaca membaik. Untuk kegiatan pelelangan sudah berjalan normal,” terang Sihabudin saat ditemui Cendana News, Sabtu (9/12/2017).

Sihabudin pengurus tempat pelelangan ikan Desa Way Muli Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan [Foto: Henk Widi]
Sihabudin menyebutkan, dampak siklon tropis dahlia yang menerjang pesisir barat Lampung termasuk di Way Muli sebelumnya menenggelamkan satu unit kapal di dekat pantai dan kerusakan sejumlah perahu ketinting dengan estimasi kerugian hingga ratusan juta.

Akibat gelombang tinggi, angin kencang dan nelayan tangkap banyak yang tidak melaut juga berimbas kenaikan sejumlah harga ikan sekitar Rp5.000 per kilogram.

Pada hari normal Sihabudin menyebut hasil ikan yang dilelang berkisar 700 hingga 800 kilogram namun dalam beberapa hari terakhir hanya berkisar 400 hingga 500 kilogram.

Sejumlah kapal nelayan di Desa Way Muli Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan [Foto: Henk Widi]
Harga ikan pun mulai naik diantaranya jenis ikan ekor kuning semula seharga Rp20.000 per kilogram kini dijual dengan harga Rp25.000; ikan tengkurungan semula seharga Rp15.000 kini menjadi Rp19.000 per kilogram; ikan tongkol semula Rp13.000 per kilogram menjadi Rp18.000; ikan simba semula Rp38.000 kini menjadi Rp45.000; ikan campuran atau ikan rusak biasa untuk ikan asin semula seharga Rp4.000 menjadi Rp6.000 per kilogram.

Lihat juga...