Nelayan Ternate Rugi Akibat Harga Jual Ikan Murah

TERNATE – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Ternate, Maluku Utara (Malut), mengupayakan adanya patokan harga ikan sebagai acuan dalam pemasaran tangkapan nelayan kepada pengusaha pengumpul.

“Patokan harga ikan itu mengatur harga terendah dan harga tertinggi sesuai jenis ikan yang biasa ditangkap nelayan di daerah ini,” kata Kepala Bidang Penguatan Daya Saing Produk Perikanan DKP Ternate, Faisal, di Ternate, Rabu (20/12/2017).

Para nelayan di Ternate selama ini sering dirugikan karena ikan hasil tangkapannya dibeli dengan harga murah oleh pengusaha pengumpul, terutama saat musim ikan, ikan cakalang misalnya yang normalnya Rp18.000 sampai Rp20.000 per kg, saat musim ikan harganya hanya paling tinggi Rp15.000 per kg.

Menurut dia, adanya patokan harga ikan, hal seperti itu dapat dihindari karena pengusaha pengumpul harus membeli ikan hasil tangkapan nelayan minimal sesuai batas harga terendah, begitu pula ketika menjualnya ke pedagang pengecer di pasar tidak bisa melewati harga tertinggi.

Untuk merealisasikan penerapan patokan harga ikan itu, DKP Ternate terus melakukan kordinasi dengan berbagai pihak terkait, khususnya dari aspek penyediaan regulasinya dalam bentuk peraturan daerah sebagai dasar hukum pelaksanaannya.

DKP Ternate, kata Faisal, juga akan mengupayakan agar para pedagang ikan di pasaran Ternate menerapkan hitungan kilogram dalam menjual ikan kepada konsumen, seperti yang umumnya diterapkan para pedagang ikan di berbagai daerah di Indonesia.

Para pedagang ikan di Ternate selama ini menggunakan ukuran jumlah ikan saat menjual ikan kepada konsumen, misalnya untuk ikan cakalang ukuran sedang satu ekor seharga Rp60.000 tanpa menimbang beratnya.

“Kalau penjualan ikan kepada konsumen menggunakan ukuran kilogram, maka konsumen bisa mengetahui perbandingan harga ikan antara yang dijual nelayan kepada pedagangan pengumpul dan yang dijual pedagangan pengecer kepada konsumen,” katanya. (Ant)

Lihat juga...