Niluh Dewi Isi Liburan Sambil Tanamkan Cinta Buku

LAMPUNG — Memanfaatkan waktu liburan, seorang ibu rumah tangga di Bakauheni, Niluh Dewi (33), sengaja menebar buku di halaman Menara Siger di sisi Barat untuk pengunjung anak anak ke objek wisata berbentuk mahkota khas wanita Lampung tersebut.

Niluh Dewi saat ditemui di halaman Menara Siger, mengungkapkan sengaja datang ke Menara Siger bersama dua anaknya, Niluh Deepika (5) yang duduk di bangku TK dan Zyandru Jaya (2), yang belum bersekolah untuk berlibur ke Menara Siger, sekaligus membawa ratusan buku bacaan bergambar untuk menikmati suasana liburan sekaligus menebar kecintaan membaca bagi anak-anak yang kerap bermain di Menara Siger bersama orang tuanya.

Niluh Dewi. [Foto: Henk Widi]
“Sembari mengajak anak-anak berlibur, saya sempatkan membawa buku bacaan, karena saya juga bersama suami memiliki aktivitas gerakan literasi dengan nama Jangkar Pustaka Bakauheni dan kerap membawa buku ke kampung nelayan di wilayah pesisir Bakauheni,” terang Niluh Dewi, di halaman objek wisata Menara Siger, Lampung Selatan, Kamis (28/12/2017) sore.

Liburan ke Menara Siger disebutnya merupakan salah satu bentuk wisata edukasi. Anak-anak yang berkunjung ke objek wisata tersebut dengan pendampingan orang tua bisa belajar mengenal laut, pelabuhan, ornamen Siger sebagai simbol mahkota khas wanita Lampung serta bisa menikmati pemandangan alam di ujung Selatan Sumatera tersebut.

Berangkat dari banyaknya anak yang diajak oleh orang tua dalam liburan sekolah, terutama saat sore hari, Niluh Dewi yang juga ikut mendukung kegiatan jangkar pustaka Bakauheni selalu datang setiap sore ke Menara Siger.

Buku bacaan yang dibawa sebagian besar merupakan buku yang sengaja dibeli bersama sang suami, Brigadir Polisi Kepala Agung yang bertugas di Satpolair Polres Lampung Selatan, sekaligus aktif dalam gerakan literasi di sejumlah kampung nelayan sekaligus melakukan kegiatan sebagai Bhabinkamtibmas perairan.

Buku bacaan bergambar untuk anak-anak tersebut sebagian merupakan donasi dari pemerhati gerakan literasi terutama anak-anak.

Buku yang dibawa dan digelar di halaman Menara Siger disebut Niluh Dewi selama hampir sepekan ini awalnya dikira buku yang akan dijual kepada pengunjung objek wisata tersebut. Namun, sebagian pengunjung yang mengajak anak-anak usia TK hingga usia SD, mulai mendekat untuk membaca buku.

Sebagian anak-anak yang diajak orang tuanya yang beristirahat bahkan menyempatkan untuk membaca buku bacaan yang dibawa oleh Niluh Dewi.

Lihat juga...