November 2017, Barang Ekspor dan Impor NTB, Menurun

MATARAM  – Selama bulan November 2017, nilai ekspor maupun impor barang Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalami penurunan sebesar US$ 64.116.826. Nilai tersebut menurun 6,34 persen dibandingkan bulan sebelumnya, dengan nilai ekspor sebesar US$ 68.459.642.

“Penurunan tersebut disebabkan oleh menurunnya ekspor barang tambang atau galian non migas,” kata Kepala Bidang Statistik Distribusi, Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, Ni Kadek Adi Madri di Mataram, Jumat (15/12/2017).

Ada pun jenis barang yang diekspor pada bulan November 2017 terdiri dari barang tambang atau galian nonmigas senilai 95,15 persen, perhiasan atau permata senilai 3,55 persen dan buah-buahan 0,56 persen. Selebihnya adalah ikan dan udang, garam, belerang, kapur, perabot, dan penerangan rumah.

Ekspor terbesar ditujukan ke negara Filipina mencapai 95,15 persen, Hongkong sebesar 2,81 persen dan Vietnam sebesar 0,65 persen.

Sementara untuk nilai Impor bulan November 2017 sebesar US$ 6.476.384. Nilai ini turun sebesar 40,92 persen dibandingkan impor bulan Oktober 2017 yang sebesar US$ 10.961.295. Negara asal impor terbesar pada bulan November 2017 adalah Australia senilai 33,39 persen, Jepang 22,21 persen dan Singapura senilai 17,05 persen.

“Jenis barang impor dengan nilai terbesar adalah bahan bakar mineral senilai 25,09 persen, karet dan barang dari karet senilai 22,89 persen serta benda-benda dari besi dan baja senilai 20,24 persen,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala BPS NTB, Endang Tri Wahyuningsih menyebutkan, ekspor NTB bulan Oktober mencapai 9,36 ersen dari 68.459.642 dengan jenis barang ekspor masih berupa tambang, ikan, udang, garam, belerang dan kapur.

Sementara, impor meningkat 20.73 persen dari angka 10.961.295 dengan jenis barang mesin pesawat mekanik, benda dari besi dan baja, karet, dan barang dari karet.

Lihat juga...