Nunukan Tak Miliki Data Warga Miskin

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara mengakui tidak memiliki data valid masyarakat miskin yang ada di wilayahnya. Hal tersebut mengakibatkan penyaluran bantuan menjadi sering tidak tepat sasaran.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Nunukan Andi Akhmad mengatakan, fakta penyaluran bantuan yang tidak tepat sasaran adalah imbas dari tidak adanya data warga miskin yang valid. “Memang kami tidak punya data valid soal masyarakat miskin makanya bantuan seringkali tidak tepat sasaran,” ujarnya, Minggu (24/12/2017).

Saat ini pemberian bantuan untuk warga miskin di Nunukan, masih mempergunakan data hasil validasi pada 2015 lalu. Data yang sudah berusia dua tahun tersebut seharusnya mendapatkan updating untuk disesuaikan dengan perkembangan situasi yang ada.

Jika penyaluran dilakukan berdasarkan data 2015, sangat dimungkinkan adanya temuan penyaluran bantuan yang tidak tepat sasaran. Dengan kondisi tersebut di 2018, Dinas Sosial Kabupaten Nunukan mengagendakan validasi dan verifikasi warga miskin sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan.

Dari catatan Andi Akhmad salah satu penyaluran bantuan yang tidak tepat sasaran adalah untuk Program Keluarga Harapan (PKH) di Pulau Sebatik. Dari evaluasinya, banyak keluarga penerima manfaat yang sebenarnya sudah tidak layak mendapatkan bantuan.

Mengutip laporan petugas pendamping dari Kementerian Sosial RI, 50 persen warga miskin pada data 2015 sudah tidak berhak mendapatkan bantuan. Hal itu dipengaruhi oleh sudah adanya penghasilan layak.  “Banyak masyarakat yang sudah mampu tapi mendapatkan bantuan. Sedangkan masyarakat kurang mampu tidak mendapatkan,” ujar dia.

Proses validasi di 2018, saat ini telah diawali dengan mekanisme pendaftaran melalui kantor desa atau kelurahan. Secara berjenjang data pendaftaran diharapkan akan sampai ke petugas independen yang akan melakukan verifikasi di lapangan. (Ant)

Lihat juga...