OJK: Tabungan Pelajar di Sulsel Tembus 187.118 Rekening

MAKASSAR — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional VI Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) mengatakan program tabungan simpanan pelajar (simpel) khususnya di wilayah Sulawesi Selatan hingga Oktober 2017 telah menembus angka 187.118 rekening.

Kepala Bagian Kemitraan dan Pengembangan Ekonomi Keuangan Daerah OJK Sulampua Muhammad Yusuf di Makassar mengatakan jumlah ini mengalami peningkatan cukup positif dibandingkan dengan data pada April 2017 baru mencapai 170.215 rekening.

“Tabungan simpel dari total 187.118 rekening untuk wilayah Sulsel itu, di antaranya 4.296 rekening merupakan simpel syariah atau Simpel iB,” katanya.

Ia menjelaskan dari total 187.118 rekening itu untuk nomimal tabungan mencapai Rp19,54 miliar. Jumlah rekening dan nominal tabungan tentunya akan terus meningkat ke depan,” katanya.

Ia menambahkan jumlah bank peserta tabungan SimPel di Sulsel juga cukup banyak yakni mencapai 25 bank, baik bank umum reguler maupun bank syariah, yang turut berpartisipasi dan berkomitmen dalam memngembangkan tabungan simpel ke depan.

Terkait kinerja perbankan untuk wilayah Sulawesi Selatan hingga Oktober 2017, pihaknya juga mencatat tengah melanjutkan pertumbuhan yang positif.

“Aset perbankan Sulsel posisi Oktober 2017 tumbuh 7,67 persen year on year (yoy) atau 6,04 persen year to date (ytd) menjadi Rp135,78 triliun yang terdiri dari aset bank umum Rp133,34 triliun dan aset BPR/BPRS Rp2,43 triliun,” ujarnya.

Menurut dia, khusus pertumbuhan kredit terutama ditopang oleh pertumbuhan kredit produktif bank umum 8,66 persen dengan share 57,17 persen dan nominal Rp64,8 triliun, yang terdiri dari kredit modal kerja Rp45,1 triliun dan kredit investasi Rp19,7 triliun.

Sementara kredit konsumsi tumbuh 10,36 persen yoy dengan share 42,29 persen dan nominal Rp47,5 triliun.

Secara sektoral, penyaluran kredit sektor lapangan usaha (kredit produktif) terbesar pada sektor perdagangan dengan share 26,85 persen, disusul sektor industri pengolahan dengan share 6,09 persen dan sektor konstruksi dengan share 6,00 persen (Ant).

Lihat juga...