Opak Nasi Pedas, Camilan Renyah Memanfaatkan Nasi Sisa Semalam

LAMPUNG — Kreasi makanan di nusantara memang tak pernah habisnya, mulai dari kuliner khas hingga membuat kreasi baru. Seperti yang dilakukan warga Desa Tamansari Kecamatan Ketapang Kabupaten Lampung Selatan yang mengolah camilan opak nasi pedas dengan memanfaatkan nasi sisa semalam.

Salah satu ibu rumah tangga, Novi Ariani (30) menyebutkan, kreasi opak atau sejenis kerupuk terbuat dari nasi merupakan camilan ala pedesaan dengan bahan baku yang mudah diperoleh sekaligus memanfaatkan nasi sisa.

Novi menuturkan, sejak dirinya kecil, ibunya juga kerap membuat opak nasi mempergunakan nasi sisa semalam yang tidak habis. Merasa sayang membuangnya, hingga ia memilih mengolah nasi sisa menjadi opak yang bisa menjadi camilan renyah, gurih, pedas sesuai dengan selera anak anak dan keluarganya.

Selain sederhana opak nasi disebutnya mudah dibuat dan bisa disimpan dalam waktu lama setelah dikeringkan dengan proses penyimpanan dalam wadah kedap udara sebelum digoreng.

“Opak nasi memang sudah dikenal dari generasi ke generasi dalam keluarga kami yang berasal dari Banyumas Jawa Tengah karena bagi kami sejak kecil selalu diajarkan untuk menghargai makanan, salah satunya nasi harus dihabiskan meski diolah menjadi makanan jenis lain asal tidak dibuang,” terang Novi Ariani saat ditemui Cendana News tengah menjemur opak nasi mempergunakan anyaman bambu di depan rumahnya baru baru ini.

Novi Ariani menyebut sebelum menjadi camilan yang lezat proses pembuatan opak nasi di antaranya dengan menyiapkan nasi sisa semalam dengan ukuran bervariasi satu hingga dua mangkuk selanjutnya rendam dalam air selama 1-2 jam. Campuran lain berupa 1 mangkuk tepung tapioka atau tepung aci, bawang putih secukupnya, ketumbar, merica, daun bawang yang diiris halus dengan cara dicincang, garam secukupnya, kaldu bubuk, cabai merah digerus atau bisa diganti dengan cabai bubuk.

“Rasa pedas opak nasi bisa diperoleh dari merica serta cabai yang dicampurkan dalam jumlah dominan sehingga rasanya tidak hambar sekaligus rasa gurih bumbu lain,” terang Novi.

Opak nasi kerap disajikan saat suasana santai berkumpul bersama keluarga [Foto: Henk Widi]
Setelah semua bahan disiapkan, nasi sisa semalam ditiriskan dan dilakukan penghalusan dengan cara pemblenderan atau penumbukan dalam lumpang batu dialasi plastik hingga halus. Setelah halus dimasukkan dalam baskom. Berbagai tambahan bumbu ketumbar, merica, garam, bawang putih, kaldu dan cabai yang telah dihaluskan diuleni menggunakan air disertai tepung hingga tercampur sempurna.

“Setelah kalis dihamparkan dalam plastik bening, untuk proses pemipihan mempergunakan tangan dengan alas dari plastik, sehingga terbentuk seperti opak. Kemudian diletakkan di atas anyaman bambu yang sekaligus akan menjadi tempat penjemuran,” terang Novi.

Proses penjemuran akan kering sempurna setelah dua hari selanjutnya bisa disimpan dalam wadah toples plastik kedap udara sebelum digoreng.

Sebagai tambahan penyuka rasa pedas opak nasi dapat dipadukan dengan bumbu balado atau diberi tambahan sambal tomat layaknya opak singkong.

Aisah, salah satu keponakan Novi yang datang bersama kawan sebaya kerap diberikan opak nasi tersebut sebagai camilan sehingga tanpa harus jajan di luar.

“Rasanya gurih ada rasa rasa pedasnya kerap dimakan sambil bermain di teras bersama kawan kawan tanpa harus jajan makanan di luar,” terang Aisah.

Aisah menyebut opak nasi juga jarang ditemuinya di kantin sekolah atau warung karena opak hanya dibuat oleh beberapa ibu rumah tangga yang memanfaatkan nasi sisa.

Lihat juga...