Pak Harto Instruksikan Instansi Pemerintah Bekerja Sesuai Anggaran

JAKRTA — Akhir tahun menjadi momentum yang bagus untuk kita merenung tentang apa saja yang sudah pernah kita lakukan dalam kurun waktu setahun. Pengalaman adalah guru yang paling baik.

Kesalahan yang telah kita lakukan di masa lalu untuk diperbaiki agar di masa yang akan datang tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Keledai saja tidak mau jatuh di lobang yang sama. Apalagi kita sebagai manusia yang diberi akal tentu harus mampu menentukan arah langkah kita ke depan agar tidak salah jalan.

Di akhir tahun, tepatnya 29 Desember 1984, sebagaimana yang dilansir Soeharto.co., Presiden Soeharto memimpin sidang kabinet paripurna di gedung Sekretariat Negara.

Hadir dalam sidang tersebut, yaitu Wakil Presiden Umar Wirahadikusumah, para menteri Kabinet Pembangunan IV, Ketua BPK M Jusuf, Ketua DPA M Panggabean, Ketua Mahkamah Agung Ali Said, Pangab Jenderal LB Murdani, Kepala Bakin, para Sekretaris Jenderal, Direktur Jenderal, Inspektur Jenderal, dan sejumlah pejabat tinggi pemerintahan lainnya.

Dalam sidang kabinet paripurna itu, di antaranya Presiden Soeharto mengemukakan mengenai adanya perkembangan yang positif dalam pemantapan Pancasila sebagai satu-satunya asas bagi kekuatan sosial politik dan organisasi kemasyarakatan.

“Perkembangan positif lainnya adalah bahwa kekuatan sosial politik dan organisasi kemasyarakatan terus berkembang dalam rangka konsolidasi intern mereka masing-masing,” katanya.

Kepala Negara menilai positif dan konstruktif perkembangan pembahasan lima RUU di DPR yang menyangkut pengaturan kehidupan politik dan kenegaraan RI.

Pada kesempatan itu, Presiden Soeharto juga memberikan penjelasan mengenai RUU perpajakan yang baru, yang dipersiapkan dalam rangka kebutuhan pemerintah untuk meningkatkan pendapatan negara.

Kemudian, Presiden Soeharto menginstruksikan kepada departemen dan instansi pemerintah agar bekerja sesuai dengan anggaran yang tersedia dan menggunakan anggaran itu dengan sebaik-baiknya. Penjelasan ini diberikan Presiden sehubungan dengan pengajuan RAPBN 1985/1986 yang juga tetap berpegang teguh pada prinsip anggaran berimbang.

Kalau kita jeli mengamatinya, instruksi Pak Harto yang menyarankan bekerja sesuai anggaran pada departemen dan instansi pemerintah, pada hakekatnya tak hanya ditujukan pada mereka semata-mata, tapi secara tersirat juga mengingatkan pada kita semua sebagai anggota masyarakat agar menggunakan uang secukupnya sesuai kondisi keuangan kita.

Jangan seperti pepatah yang mengatakan, besar pasak daripada tiang, yang artinya lebih besar pengeluaran daripada penghasilan. Kita memang harus bisa mengatur diri kita agar pengeluaran sesuai dengan penghasilan kita. Kita juga semestinya meneladani Pak Harto sebagai suri teladan yang baik dengan menerapkan pola hidup sederhana.

Lihat juga...