Palestina dan Muslim Dunia Gelar Hari Kemarahan

YERUSALEM – Ribuan warga Palestina mengadakan aksi protes bertajuk Hari Kemarahan di Tepi Barat Sungai Jordan, Gaza dan Yerusalem Timur, Jumat )8/12/2017). Aksi tersebut digelar dalam rangka menentang pengakuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas kota kuno sebagai ibu kota Israel.

Di seantero dunia Muslim dan Arab, ribuan orang turun ke jalan-jalan berunjuk rasa memanfatkan hari Jumat sebagai hari suci umat Islam. Aksi digelar sebagai bentuk solidaritas bersama rakyat Palestina dan marah terhadap langkah AS.

Ketika sholat Jumat berakhir di Masjid Al Aqsa di Yerusalem, para jamaah bergerak ke gerbang-gerbang Kota Tua, meneriakkan “Yerusalem merupakan ibu kota kami,” dan “Kami tidak membutuhkan kata-kata kosong, kami memerlukan bebatuan dan senjata Kalashinikov”. Sejumlah perkelahian pecah diantara para pemerotes dan polisi.

Pada Jumat (*/12/2017) siang belum ada laporan tentang korban yang meninggal dalam dua hari unjuk rasa di wilayah-wilayah Palestina. Sementara pada Kamis (7/12/2017) tercatat sebanyak 31 satu orang Palestina menderita cedera dari aksi yang digelar.

Bentrokan-bentrokan terjadi di sejumlah tempat di Tepi Barat setelah sholat Jumat, walau aksi-aksi protes tampak tak sepanas dibandingkan hari sebelumnya. Di Hebron dan Bethlehem puluhan warga Palestina melempar bebatuan ke arah tentara Israel yang membalas dengan tembakan gas air mata.

Di Gaza, seruan-seruan bagi para jamaah untuk memprotes terdengar melalui pengeras-pengeras suara masjid dan puluhan anak muda membakar ban-ban di jalan-jalan utama di wilayah yang dikuasai oleh kelompok Hamas. Ratusan orang berpawai menuju perbatasan dengan Israel.

Lihat juga...