Palestina, Dino: Indonesia Harus Dukung Solusi Dua Negara

JAKARTA – Founder Fourgn Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal, Dino Patti Djalal, menegaskan, secara umum  yang mengkhawatirkan adalah tidak ada kejelasan arah proses diplomatik perjuangan Palestina. Dalam arti, perundingan Palestina dengan Israel.

“Jadi, sampai saat ini Israel tidak mau berunding dan tidak lagi tertarik pada solusi dua negara. Itu yang saya lihat dari Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Sehingga prosesnya tidak jelas ke depan”, kata Dino ditemui usai diskusi ‘The Future of Palestine: The Road To Unity, Independence and Peace’ di Mayapada Tower, Jakarta, Jumat (15/12/2017).

Hal ini, menurutnya,  memang satu tantangan terbesar. Dan demi perdamaian Palestina, yang bisa dilakukan Indonesia adalah  mengkampanyekan pengakuan  international  terhadap negara Palestina. Sekarang ini di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ada 198 negara dan yang sudah mengakui adalah 138 negara.

“Alangkah baiknya Indonesia juga ikut mengipas negara lain, agar 190an negara dunia itu yang di PBB mengakui negara palestina,” kata Dino.

Selain itu, lanjut dia, yang  paling strategis bisa dilakukan pemerintah Indonesia adalah untuk terus memberikan bantuan teknik,  beasiswa dan pelatihan bagi pejabat Palestina.

“Karena kalau suatu hari Palestina merdeka ternyata pemerintahnya ambruk karena kewalahan menghadapi masalah ekonomi sosial, sama saja bohong,” tukas Dino.

Jadi, berarti, kata dia,  yang paling strategis adalah kalau suatu hari Palestina merdeka, pemerintahannya sudah mapan dan solid bisa mengatasi berbagai masalah. Dan, Indonesia bisa berbangga, bahwa sudah ratusan bahkan konon ribuan pejabat negara Palestina yang mengikuti pelatihan di Indonesia. Baik itu pelatihan pemerintahan,  pertanian dan  sebagainya.

Secara strategis, tambah dia, Indonesia harus terus mendukung solusi dua negara. Karena solusi dua negara itulah suatu solusi yang damai, politis, dan bisa menjamin Palestina merdeka itu suatu hari akan teralisir.

“Karena sekarang nyatanya Palestina itu dijajah dan diduduki oleh Israel. Dan,  tidak mungkin Palestina bisa merdeka tanpa ada restu atau persetujuan dari Israel,” kata Dino.

Bagaimana mendapatkan itu, sebut Dino lagi, tentu  melalui solusi dua negara, dan ini harus dinegoisasikan. “Jadi, kita jangan sampai membiarkan solusi dua negara itu semakin lenyap, karena ini sudah lama dijanjikan,” kata Dino.

Tahun 2002, sebut dia, Presiden Amerika Serikat (AS)  Goerge W.Bush pernah mengatakan, ‘two sate solution’ akan tercapai. Tapi, sekarang 17 tahun kemudian masih juga belum tercapai.

Dino mengimbau, semua negara harus tetap menjaga relevansi dan komitmen, baik Palestina maupun Israel, terhadap solusi dua negara dan komitmen masyarakat international.

Lihat juga...