Pantai Merpati Way Muli, Perpaduan Pasir dan Bebatuan yang Menawan

LAMPUNG — Masa liburan sekolah, Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, sejumlah destinasi wisata pantai menjadi pilihan berlibur. Terutama bagi masyarakat yang berasal dari yang jauh dari pesisir pantai. Untuk di Lampung Selatan, salah satunya pilihannya pantai Merpati Desa Way Muli Kecamatan Rajabasa yang memiliki keunikan tersendiri.

Dian (14) salah satu pengunjung yang datang bersama keluarganya dari Prabumulih Sumatera Selatan memanfaatkan liburan ke rumah kerabatnya di wilayah Palas. Ia bahkan diajak berlibur di pantai Merpati yang menyajikan pasir putih dan bebatuan karang yang menawan menghadap ke Selat Sunda.

Dian menyebut sejak kecil ia kerap mengajak orangtuanya berlibur ke Lampung Selatan terutama saat libur panjang sekolah dan Natal untuk menikmati sejumlah objek wisata pantai yang dekat dengan rumah kerabatnya tersebut.

Pilihan berlibur ke pantai Merpati karena lokasi yang cukup dekat dengan jalan lingkar pesisir dengan perpaduan lahan parkir luas menghijau dan latar belakang Gunung Rajabasa yang ada di sisi Barat. Jarak tempuh sekitar satu jam perjalanan dari Palas sekaligus bisa menikmati pemandangan alam pesisir.

“Lokasinya strategis dan kami kerap berlibur ke sini sembari membawa bekal makanan dari rumah serta membakar ikan di pantai yang dibeli dari nelayan. Kondisinya masih segar setelah kami selesai bermain bola di tepi pantai,” ungkap Dian saat ditemui Cendana News tengah berlibur di pantai tersebut, Minggu (24/12/2017).

Iksan (baju hitam) tengah menikmati ikan bakar sambal pekhos khas Lampung di rumah warga yang berada di dekat pantai Merpati [Foto: Henk Widi]
Dian menyebut sengaja berlibur di pantai Merpati karena lokasi tersebut memiliki penghalang pantai alami berupa bebatuan karang sehingga pengunjung dengan membawa keluarga terutama anak kecil tidak perlu khawatir terseret ombak.

Sebagian area pantai dengan pasir putih kerap dipergunakan sebagai tempat bermain bola oleh anak anak yang menikmati sensasi bermain bola di pantai. Sejumlah tempat berteduh terbuat dari daun kelapa dan daun nipah bahkan bisa dimanfaatkan untuk berteduh saat istirahat atau berteduh di sejumlah rumah warga yang berada di dekat dengan pantai merpati tersebut.

Salah satu penjaga pantai Merpati, Udin, menyebut jumlah kunjungan wisatawan ke pantai tersebut mulai memperlihatkan kenaikan sejak sepekan terakhir dengan didominasi pengunjung asal luar Lampung. Cukup membayar tiket masuk sebesar Rp10.000 untuk kendaraan roda dua berikut penumpangnya dan juga Rp30.000 untuk kendaraan roda empat, pengunjung bisa menikmati kebersamaan dengan keluarga.

Ia memastikan untuk berlibur wisatawan tak perlu khawatir dengan lahan parkir karena pantai merpati yang dekat dengan lapangan sepakbola. Pada saat libur sekolah, Natal tahun ini jumlah pengunjung rata rata masih berkisar 40 hingga 70 kendaraan dan akan semakin meningkat saat jelang malam pergantian tahun baru dan tahun baru.

Dian (kanan) pengunjung asal Prabumulih Sumatera Selatan berlibur di pantai Merpati dengan bermain bola bersama kerabatnya [Foto: Henk Widi]
Sementara Iksan, salah satu warga Tangerang yang berlibur bersama sepuluh rekannya melihat potensi wisata pantai di Kecamatan Rajabasa disebutnya cukup beragam. Bahkan ia bisa menikmati kuliner tradisional dari laut yang bisa disajikan dalam kondisi masih segar karena ikan jenis tengkurungan dan tongkol bisa diperoleh dari nelayan yang memancing atau menjaring.

“Setelah puas bermain di pantai kami bisa menikmati ikan bakar lengkap dengan sambal pekhos khas Lampung dari cabai rawit dan tomat yang dijadikan cocolan ikan bakar,” terang Iksan.

Lihat juga...