Pascabadai Cempaka, BPTP DIY Salurkan Bantuan Bibit Padi

YOGYAKARTA – Sebagai upaya mempercepat pemulihan lahan pertanian yang rusak akibat dampak badai tropis Cempaka di DIY, Kementerian Pertanian melalui Badan Litbang Pertanian, dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) DIY, melakukan upaya respon cepat berupa pemberian bantuan benih padi varietas unggul baru Inpari 33 kepada petani di DIY. 

Bibit Inpari 33 ini diberikan karena merupakan padi varietas unggul baru yang tahan terhadap serangan hama Wereng Batang Coklat (WBC). Pada puncak musim hujan seperti saat ini, dengan kondisi kelembaban tinggi, memungkinkan hama dan penyakit tanaman padi, termasuk WBC yang selalu menjadi momok petani dapat berkembang biak dengan cepat.

“Kita sudah memberikan bantuan benih ini pada Kabupaten Gunungkidul sebanyak 1 ton, Sleman 500 kilogram, dan Bantul sebanyak 2,5 ton. Bibit ini kita berikan untuk membantu petani menanami kembali lahan mereka yang puso akibat banjir. Apalagi, banyak petani yang belum ikut asuransi. Untuk jenisnya Inpari 33 yang tahan WBC dan Inpari 30 yang tahan genangan,” ujar Kepala BPTP Yogyakarta, Dr. Joko Pramono MP, saat penyerahan bantuan bibit di desa Tirtomartani, Kalasan, Sleman, Kamis (14/12/2017).

Selain memberikan bantuan bibit, BPTP DIY juga telah membuat denfam sebagai sarana pembelajaran bagi petani mengendalikan WBC secara terpadu. Mulai dari persiapan, penggunaan bibit unggul hingga, penerapan teknologi jajar legowo super.

Denfam percontohan ini dibuat di dua lokasi endemik WBC, yakni Tirtomartani, Kalasan, Sleman serta Pundong, Bantul  seluas 50 hektare.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Kapuslitbangtan)  Kementerian Pertanian, Dr. Andriko Noto Susanto, menyatakan akan mengatasi secara serius sekecil apa pun permasalahan di sektor pertanian, guna mewujudkan program kemandirian pangan, termasuk serangan Wereng Batang Coklat.

Ia menyebut, secara nasional ada sekitar 65 ribu hektar lahan pertanian puso akibat serangan WBC, pada beberapa waktu lalu.

“Jumlah itu sangat kecil, tidak sampai 0,5 persen dari total luas lahan padi secara nasional. Tapi, karena itu mengakibatkan kegagalan panen bagi pateni, maka kita atasi dengan introduksi bibit padi varietas unggul tahan wereng Inpari 33 beserta kompenen pendukung lainnya,” katanya.

Selain itu, Kementerian Pertanian juga telah membuat denfam area seluas 500 hektare, di lima provinsi, yakni Jabar, Jateng, Jatim, DIY dan Lampung sebagai percontohan upaya pengendalian hama WBC.

Selain menggunakan bibit varietas unggul, denfam ini juga menerapkan sistem jajar legowo super, sehingga diharapkan selain hama WBC terkendali, produktivitas padi juga dapat semakin meningkat.

Lihat juga...