Pascagempa Tasikmalaya, Warga Pangandaran Mengungsi ke Dataran Tinggi

BANDUNG – Kepala Desa Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Iwan Herdiawan warganya telah mengungsi ke daratan tinggi, yang salah satunya ke kawasan Purbahayu pascagempa 7,3 skala Richter pada Jumat (15/12/2017) tengah malam.

“Masyarakat kami imbau agar tetap waspada dan mereka sudah mengungsi ke daerah Purbahayu, itu daerah arah ke gunung,” kata Iwan Herdiawan ketika dihubungi melalui telepon, Sabtu (16/12/2017) dini hari.

Iwan menuturkan guncangan gempa kali ini jauh lebih besar jika dibandingkan dengan gempa pada 2006 di Kabupaten Pangandaran yang disusul dengan tsunami. “Jadi, untuk warga Pangandaran ini gempa terbesar bahkan waktu gempa dan tsunami yang terjadi di Pangandaran sebelumnya (2006). Waktu itu kekuatan gempanya tidak sebesar yang sekarang. Waktu terjadi tsunami Pangandaran, gempanya tidak yang sebesar seperti saat ini,” jelasnya.

Menurut dia, hingga saat ini pihaknya terus mencoba menenangkan warga dan mengimbau agar selalu tetap waspada. “Saya sudah menerangkan ke masyarakat, secara teori kalau terjadi tsunami itu intervalnya gempa dulu baru setelah 10 menit kemudian terjadi tsunami, tapi interval ini sudah terlewati, tapi tetap kami imbau untuk waspada,” kata dia.

Sementara itu, pascagempa yang berpusat di Tasikmalaya, Jawa Barat pada Jumat, (15/12/2017) hingga kini kondisi laut Sukabumi masih tetap normal atau tidak ada perubahan aktivitas.

“Gempa Tasikmalaya tersebut getarannya juga dirasakan kencang warga Sukabumi, tetapi saat ini kondisi warga khususnya yang tidak di pesisir pantai sudah kembali normal dan dan gempa tersebut pun tidak ada efeknya terhadap aktivitas laut Sukabumi,” kata Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi Usman Susilo, Sabtu (16/12/2017) dinihari.

Namun demikian, pihaknya menginstruksikan kepada seluruh relawan penanggulangan bencana dan lembaga terkait lainnya untuk tetap siaga. Selain itu, berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) setempat untuk memastikan kondisi warga aman.

Menurutnya, pihaknya juga belum menerima laporan adanya warga yang tinggal di daerah pesisir mengungsi akibat gempa tersebut karena khawatir terjadi tsunami. Tapi, pihaknya mengimbau kepada warga agar jangan panik dan selalu waspada antisipasi adanya gempa susulan. Imbauan ini bertujuan untuk meminimalisasikan korban baik harta maupun jiwa.

“Kami pun sudah menyiagakan logistik bantuan, jika nanti kami menerima laporan adanya rumah warga yang rusak akibat gempa ini akan langsung disalurkan bantuan darurat,” tambah Usman.

Sementara, Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi Eka Widyaman mengatakan hingga Sabtu, (16/12/2017) pukul 01.00 WIB, pihaknya belum menerima laporan adanya kerusakan baik fasilitas umum maupun permukiman warga.

“Hingga kini kami masih melakukan pendataan dan petugas penanggulangan bencana kami masih siaga untuk antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya. (Ant)

Lihat juga...