Pasien Suspek Difteri RSUD Karanganyar Bertambah

SOLO — RA, pasien suspek difteri di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karanganyar, Solo, Jawa Tengah belum juga sembuh, satu pasien kembali dirawat insentif di ruang isolasi karena mengeluhkan hal sama.

Satu pasien suspek difteri kali ini, DW, warga Karangpandang, Karanganyar. Perempuan 26 tahun itu masuk ke rumah sakit karena mengalami panas badan, disertai pembengkakan pada tenggorokan serta terdapat pseudomembran.

Kepala Bidang Medis dan Keperawatan RSUD Karanganyar, Kristanto Setyawan menjelaskan, saat ini rumah sakit masih mendalami kondisi DW yang sudah dirawat selama dua hari. Untuk tahap awal, DW diketahui mengalami gejala yang mirip dengan difteri. “Tahap awal masih suspek difteri, sejuah ini kita terus dalami,” terang Kristianto, Rabu (27/12/2017).

Kepala Bidang Medis dan Keperawatan
RSUD Karanganyar, Kristanto Setyawan
/Foto: Harun Alrosid

Menurutnya, meski DW tinggal di Karangpandan seperti RA, kemungkinan tertularnya sangat kecil. Sebab, kedua pasien suspek difteri itu tinggal dengan jarak yang cukup jauh. Kendati demikian, pihaknya belum bisa memastikan, apakah Karangpandan masuk daerah endemi penyebaran difteri atau tidak.

“Meskipun sama-sama Karangpandan, belum tentu tertular. Sejauh ini RA memang tinggal di Karangpandan, tapi kalau pagi dan malam tinggal di kota,” ungkapnya.

Sebelum dirawat intensif di RSUD, DW sebelumnya juga pernah memeriksakan keluhannya di bidan desa. Hanya saja, sudah 3 hari tidak ada perubahan, yang bersangkutan memeriksakan ke RSUD, dan oleh dokter UGD didiagnosa sakit difteri.

“Kita juga sudah ambil sampel pseudomembran untuk dilakukan uji laboratorium. Hasilnya masih kita tunggu,” tambahnya.

Dengan masuknya DW, pada bulan ini RSUD Karanganyar menangani dua pasien suspek difteri. Pasien yang dirawat sebelumnya adalah RA, 8 tahun, warga Karanganyar namun sehari-hari tinggal di rumah neneknya di Karangpandan.

Sementara itu, Kristianto menjelaskan jika kondisi RA, pasien suspek difteri yang sebelumnya dirawat, semakin membaik. Saat ini RA masih dirawat di ruang isolasi RSUD Karanganyar. “Artinya kita memiliki dua pasien suspek difteri yang sama-sama di rawat di ruang isolasi,” pungkasnya.

Lihat juga...