Pedagang Pasar Tradisional NTB Diminta Jaga Kesehatan

MATARAM — Selain mencari berjualan keuntungan, para pedagang di sejumlah pasar tradisional Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) juga diharapkan bisa ikut menjaga kesehatan, dengan tetap menjaga kebersihan pasar tempat berjualan dari kotoran sampah.

Permintaan tersebut disampaikan, Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) NTB, Erica saat berkunjung ke pasar tradisional Kebon Roek Ampenan Kota Mataram, Senin (18/2/12/2017).

“Jadi di samping mencari keuntungan, masalah kesehatan juga harus diutamakan. Salah satunya dengan tetap menjaga kebersihan dan lingkungan tempat berjualan, tidak membuang sampah sisa berjualan secara sembarangan,” kata Erica.

Ia mengingatkan, sesibuk apapun ibu-ibu di pasar berjualan, supaya untuk tidak lupa menjaga kesehatan diri sendiri dan lingkungan, mengutamakan kesehatan dengan menerapkan pola hidup sehat.

Selain berkunjung meninjau kondisi pasar, Ketua TP. PKK yang juga istri Gubernur NTB mengadakan bakti sosial pemeriksaan kesehatan kepada para pedagang dan ibu di pasar tersebut dengan menggandeng dokter dari RSUD NTB

“Kesehatan adalah kunci keberhasilan dan kesejahteraan, karenanya bapak ibu pedagang supaya bisa memperhatikan kesehatan, secara berkala melakukan pemeriksaan kesehatan,” tutur Erica.

Selain pemeriksaan kesehatan gratis, PKK NTB juga memberikan vitamin serta obat gratis sesuai hasil diagnosa dokter, sekaligus dimanfaatkan untuk mengajak masyarakat selalu menjaga kesehatan dan pola hidup sehat.

Murni, pedagang sayuran asal Kecamatan Ampenan mengakui, dengan kesibukan aktivitas berjualan di pasar tradisional Kebon Roek Ampenan harus berangkat pagi dan pulang menjelang sore, membuat dirinya memang kurang memperhatikan soal kesehatan.

“Kalau kita biasanya setelah sakit baru memeriksakan diri ke dokter, kalau tidak sakit, jarang periksa kesehatan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Gabungan Organisasi Wanita, Hj. Syamsiah yang juga istri Wakil Gubernur NTB meminta kepada para pedagang yang belum memiliki kartu BPJS agar pro aktif mendatangi Kepala Desa, Kepala Kelurahan dan Lingkungan untuk menanyakan bagaimana cara memperoleh BPJS.

“BPJS penting sekali, terutama bagi masyarakat tidak mampu. Dengan memiliki Jamkesmas atau Jamkesda, masyarakat memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gratis dari pemerintah,” ujar Syamsiah.

Lihat juga...