Pelayanan di RS TC Hiller Maumere Belum Memuaskan

MAUMERE – Pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) TC Hillers Maumere dinilai masih buruk. Banyak keluhan yang disampaikan pasien dan keluarganya, sehingga dengan adanya kepemimpinan baru, hal ini bisa dibenahi.

“Sesuatu yang aneh, pasien yang sudah berobat di RSUD TC Hillers keluar dan berobat di rumah sakit swasta lain. Saya banyak ditelepon dan dikirimi pesan melaporkan tentang pelayanan yang jelek di rumah sakit ini,” tegas Drs. Yoseph Ansar Rera, Jumat (8/12/2017).

Bupati Sikka ini saat melantik Dirut RSUD TC Hillers Maumere, menekankan, perbaikan yang harus dilakukan oleh pimpinan baru rumah sakit milik pemerintah kabupaten Sikka ini antara lain penanganan yang lambat dan petugas medis yang tidak tertib.

Bupati Sikka, Drs. Yoseph Ansar Rera. -Foto: Ebed de Rosary

“Ini tugas dan beban yang harus lebih dahulu dibenahi, sebab rumah sakit pemerintah ini fasilitasnya sudah sangat memadai dan terus ditambah peralatan medisnya, agar pelayanan pasien bisa lebih baik,” sebutnya.

Terhadap penyakit yang kronis, kata Ansar, RSUD TC Hillers sudah memiliki fasilitas lengkap, termasuk juga penyakit yang tidak menular seperti ginjal, dan sudah ada alat cuci darah. Juga alat CT Scan yang baru dimiliki rumah sakit dan ini menjadikan rumah sakit TC Hillers sebagai rumah sakit rujukan di pulau Flores.

“Peralatan kesehatan kita tetap beli, meski mahal karena itu juga untuk meningkatkan pelayanan kepada pasien. Tenaga medis juga harus meningkatkan sumber dayanya, agar bisa melayani pasien dengan baik,” pesannya.

Ansar meminta, agar tenaga medis meningkatkan kompetensi mereka dengan mengikuti kursus atau seminar-seminar dengan menggunakan biaya sendiri. Jangan menunggu bantuan dana atau beasiswa dari pemerintah.

“Kita perlu menyadari, bahwa kita sudah memilih menjadi abdi negara dan abdi masyarakat, sehingga itu berarti kepentingan negara dan masyarakat di atas kepentingan pribadi dan golongan,” harapnya.

Terkait pelantikan Dirut RSUD TC Hillers, Ansar menegaskan, bupati, wali kota dan gubernur yang ingin mencalonkan diri lagi 6 bulan sebelum ditetapkan menjadi calon tidak boleh melakukan mutasi sesuai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015, sebagaimana diubah menjadi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015, tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota. Di kabupaten Sikka, kewenangan bupati sudah berakhir tanggal 11 Agustus 2017.

Kalau  yang hanya membaca peraturannya sepotong saja, maka pasti protes bahkan bisa mengadukan ke KPU agar bupati tidak bisa ditetapkan menjadi calon. Tapi, kalau kita membaca utuh, ada keterangan lagi di pasal 71 ayat 2 yang menyatakan kecuali mendapat persetujuan tertulis dari menteri dalam negeri.

“Saya membaca lengkap aturan ini, apalagi pertimbangannya untuk mengisi kekosongan jabatan akibat Dirut RSUD TC Hillers meninggal dunia, sehingga berpengaruh kepada berjalannya roda organisasi dan pelayan di rumah sakit,” sebutnya.

Pergantian dan mutasi ini, tandas Ansar, telah mendapatkan persetujuan tertulis dari menteri dalam negeri dan gubernur NTT, sehingga pelantikan pejabat ini sudah sesuai peraturan perundang-undangan.

Dirut RSUD TC Hilelr dr. Clara Y. Francis, MPH., mengakui pelayanan di rumah sakit masih kurang baik dan perlu dibenahi. Pihaknya juga masih mengkaji untuk penerapan tenaga alih daya untuk petugas keamanan dan kebersihan.

Dengan adanya tenaga outsourching, kata Clara, pihak manajemen akan fokus membenahi pelayanan dan tidak dibebankan dengan urusan lain di luar tenaga medis dan pelayanan kesehatan yang merupakan tugas pokok manajemen rumah sakit.

“Kalau disetujui pemerintah dan DPRD Sikka, pada 2018 sudah bisa diterapkan sehingga kami fokus urus peningkatan pelayanan kesehatan. Saya akan mengambil langkah pembenahan termasuk menrima segala kritikan dan masukan,” ungkapnya.

Clara berjanji akan meminta masukan kepada semua pihak termasuk kepada media dengan menggelar pertemuan rutin, agar bisa didapat masukan untuk perbaikan. Kalau melibatkan pihak luar tentu penilaiannya bisa obyektif, karena berada di luar sistem dan ini yang jadi fokus perbaikan.

“Masukan dari berbagai pihak tentu sangat bermanfaat sehingga saya akan meminta masukan dan kritik dari semua pihak terkait pelayanan kesehatan. Kalau bicara fasilitas memang masih ada yang kurang, namun setiap tahun pemerintah selalu memperbaiki sarana dan prasarananya,” pungkasnya.

Lihat juga...