Pembangunan Dermaga Pantai Pink, Rusak Kelestarian Lingkungan

MATARAM – Kebijakan Dinas Pariwisata (Dispar) NTB membangun dermaga penyeberangan bagi aktivitas kunjungan wisatawan di Pantai Pink, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dinilai sebagai kebijakan sembarangan, tanpa terlebih dahulu melakukan kajian.

“Saya melihat kebijakan pembangunan dermaga penyeberangan oleh Dispar NTB kesannya dilakukan tanpa melalui perencanaan matang dan berpotensi mengakibatkan kerusakan lingkungan,” kata Direktur Yayasan Masyarakat Nusa Tenggara (SAMANTA) yang bergerak di bidang lingkungan dan kawasan hutan, Dwi Sudarsono, di Mataram, Rabu (13/12/2017).

Ia mengatakan, kalau dilihat dari aspek lingkungan, ketika dermaga ada  dengan aktivitas kapal penyeberangan, sudah pasti akan berdampak terhadap ekologi, merusak terumbu karang, pencemaran air laut oleh minyak dari kapal yang beroperasi.

Selain itu, Pantai Pink juga termasuk pantai yang dekat dan masuk areal kawasan hutan, sehingga harus berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan ketika hendak membangun di Pantai Ping. Oleh sebab itu, pembangunan dermaga Pantai Pink belum layak dan bisa merusak lingkungan, apalagi memakai beton.

“Selain itu apakah dengan pembangunan pelabuhan tidak mengganggu keindahan. Sebab dalam melaksanakan kebijakan pembangunan, terutama di kawasan wisata, aspek ekologi, estetika, dan ekonomi seharusnya menjadi pertimbangan,” katanya.

Ditambahkan, pembangunan dermaga tersebut secara regulasi  apakah sudah dipatuhi atau tidak, termasuk aspek Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) sebelum melakukan pembangunan. Setelah dibangun apakah juga bisa dimanfaatkan secara optimal.

Ahmad Jumaily, kelompok masyarakat sadar wisata NTB mengatakan, selama ini keberadaan Pantai Pink bisa dikagumi dan banyak dikunjungi wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara, karena dikenal akan keindahan pantai dan alam yang masih asri.

“Air laut biru dengan pasir pantai warna ping menjadi jualan. Dengan aktivitas pembangunan dermaga tersebut, selain merusak keindahan dan kealamian pantai, juga bisa mengakibatkan kerusakan lingkungan. Dengan adanya dermaga dan aktivitas kapal, bisa-bisa terumbu karang yang ada di Pantai Pink pun mengalami kerusakan,” tegasnya.

Jumaily menambahkan, selain Pantai Pink, Pantai Selong Belanak dengan Sunset Point terbaik satu-satunya di Lombok Tengah juga jadi korban kebrutalan para pejabat yang mengurus pariwisata.

Sebelumnya, meski sejak awal telah mendapat penolakan, pembangunan dermaga di kawasan Pantai Pink ternyata berlanjut. Hal ini pun membuat warga dan pelaku wisata geram.

Puncaknya, minggu lalu sejumlah warga bersama kelompok sadar wisata mendatangi lokasi pembangunan dermaga. Mereka memasang spanduk di sekitar dermaga sebagai bentuk penolakan terhadap pembangunan dermaga Pantai Pink oleh Dinas Pariwisata Provinsi NTB.

Lihat juga...