Pembangunan Rumah MBR di Balikpapan Diproyeksikan Meningkat

BALIKPAPAN  — Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Balikpapan, memproyeksikan pada 2018 permintaan dan pembangunan perumahan di kota tersebut masih akan didominasi perumahan subsidi atau yang dikenal dengan rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Berdasarkan pemaparan akhir tahun Pemerintah Kota Balikpapan, terdata jumlah pengembang yang melakukan pembangunan perumahan sepanjang 2017 sebanyak 39 pengembang. Dengan total luasan pengembangan 590 hektare dengan jumlah unit 11.608. Dan, rumah MBR yang terbangun mencapai 6.385 unit.

Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Balikpapan, Ketut Astana. –Ferry Cahyanti

“Yang perumahan komersil melambat sekarang, tidak banyak. Tahun 2017 rumah MBR lebih banyak. Sejak 2016 kemarin flpp dan mbr bertambah,” ucap Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman, Ketut Astana, Jumat (29/12/2017).

Menurutnya, izin yang dikeluarkan untuk pembangunan komersil pada tahun ini juga tidak banyak sejak komoditas andalan tambang batu bara pada 2013 mengalami penurunan.

“Pembangunan perumahan komersil tetap ada, tapi tak sebanyak pembangunan rumah MBR. Komersil masih terbatas, dibilang berjalan tapi stagnan,” katanya.

Ketut menyebutkan, ada pengajuan izin satu bulan tapi hanya sekitar satu atau dua izin.  “Ada saja yang mengajukan izin untuk perumahan komersil atau menengah ke atas. Tapi, sebagian belum dibangun karena kemungkinan masih lihat-lihat peminatnya,” paparnya.

Pada 2018 nanti, pihaknya memproyeksi pembangunan rumah MBR masih akan tinggi peminatnya, bila dibandingkan dengan perumahan menengah ke atas.

“Sebulan belum tentu dua izin. Pada 2017 ada pengembang baru mainnya di bawah 1 hektare. Yang masih eksis itu-itu saja. Siapa tahu dengan pengembangan Pertamina berjalan dan batu bara naik, geliat perumahan dan permintaan naik lagi,” harapnya.

Lihat juga...