Pembangunan Rumah Susun Skala Nasional Belum Tercapai

KUPANG – Komisi V DPR RI yang membidangi masalah infrastruktur dan perhubungan menyatakan hingga akhir tahun 2017 pembangun rusun (rumah susun) yang semula ditargetkan 550 ribu unit hingga saat ini belum tercapai.

“Hingga saat ini jumlah pembangunan rusun dalam skala nasional baru mencapai 30-an unit rusun yang dibangun,” kata Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemi Francis di Kupang, Kamis.

Akibat masih belum tercapainya pembangunan sejumlah rusun tersebut iapun mengkritisi kinerja dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) khususnya di bidang perumahan yang dinilai masih jauh dari target.

Fary mengatakan jika diprosentasekan maka jumlah pembangunan rusun secara nasional sangat kecil yakni baru mencapai enam persen dari jumlah yang ditargetkan.

“Dari sejumlah alasan yang kami terima adalah karena kontraknya berskema ‘multiyears’ atau berkelanjutan. Namun seharusnya bisa mencapai 10 persen,” tuturnya.

Disamping rumah susun politisi Partai Gerindra ini juga mengatakan bahwa pembangunan rumah swadaya juga masih jauh dari target yang diharapkan.

Fary mengatakan pembangunan rumah Swadaya dari target 1.750.000 unit, yangb aru dibangun hingga saat ini baru mencapai 290.000 unit.

“Artinya, baru tercapai sekitar 17 persen dalam skala pembangunan nasional,” tambahnya.

Fary pun mengarapkan agar pada tahun 2018 nanti sejumlah pembangunan rumah susun serta rumah swadaya bagi sejumlah masyarakat kurang mampu bisa tercapai semuanya.

Demikian juga sejumlah pembangunan infrastruktur baik di darat dan di laut yang hingga tiga tahun terakhir ini belum tercapai pembangunannya. (Ant)

Lihat juga...