Pembenahan Pantai Padang Dongkrak Pertumbuhan Usaha Kuliner

PADANG — Lokasi wisata seakan menjadi tempat yang paling strategis untuk mendirikan lapak-lapak dagangan dengan menjual berbagai jenis makanan dan minuman. Makanan yang dijual bukanlah makanan berkemasan, melainkan makanan-makanan khas daerah. Seperti halnya dilakukan oleh pedagang di lokasi Wisata Pantai Padang, Sumatera Barat.

Para pedagang di Pantai Padang, cukup banyak menjual makanan-makanan khas daerah yakni karupuak kuah, pensi, pisang bakar, dan jagung bakar. Bahkan, bagi Anda yang belum pernah datang ke Pantai Padang, jangan berpikir untuk menikmati makanan ala-ala Eropa atau sejenisnya. Sebab, di Pantai Padang yang pedagangnya merupakan masyarakat setempat yang sangat mengutamakan menjual makanan daerah.

“Awalnya hanya berdiri beberapa lapak dagangan saja, yang menjual kerupuak kuah dan pensi. Ternyata ramai juga pengunjung Pantai Padang yang suka makanan itu. Lambat laun masyarakat setempat mencoba mendirikan lapak baru dengan jenis makanan yang sama, dan hingga akhirnya kini cukup padat pedagang di Pantai Padang ini, ternyata makanan khas daerah paling diminati,” ujar Elena, pedagang di Pantai Padang, Selasa (26/12/2017).

Menurutnya, dengan tumbuh dan berkembangnya usaha rakyat di lokasi Wisata Pantai Padang itu, telah membuat perekonomian masyarakat setempat mulai membaik. Pengunjung tidak hanya ramai di waktu libur panjang seperti halnya menjelang akhir tahun ini, tapi juga ramai pada hari-hari biasanya, terutama di malam hari.

Meski cukup banyak lapak dagangan masyarakat yang menyediakan tenda, payung, dan kursi di sepanjang Pantai Padang tersebut, bisa dikatakan tidak pernah terdengar adanya keributan antara pedagang, akibat dari berebut pelanggan.

“Kami sistem di sini kerjasama saja. Contohnya saya menjual makanan, sementara ada teman saya yang menjual minumannya. Pelangganpun bisa duduk pada area yang sama, meski memesan makanan tidak ditempat yang sama. Sehingga tidak perlu lah berebut pelanggan, lagian soal rezeki Allah yang mengatur,” katanya.

Terkait harga makanan dan minuman yang ada di lokasi wisata Pantai Padang itu bervariasi, untuk karupuak kuah pakai mie, pensi, pisang bakar, dan jagung bakar dijual masing-masingnya senilai Rp5.000.

Selain Elena, pedagang lainnya, Sarah mengatakan, pedagang Pantai Padang tidak hanya menjual makanan daerah seperti karupuak kuah, pensi, pisang dan jagung bakar.

Ada juga pedagang yang menjual makan lainnya, seperti mie rebus, mie goreng, dan nasi goreng. Sedangkan minumannya mulai dari kelapa muda segar, hingga minuman jus dan minuman kemasan lainnya.

“Alhamdulillah pembelinya ramai. Dari siang hingga malam, pembeli terus berdatangan. Ya meskipun kondisi duduk seadanya, yakni pakai payung dan kursi serta diarahkan ke arah pantai. Mungkin karena makanan yang kami jual enak kali,” ucapnya dengan tersenyum.

Melihat adanya hal positif yang dirasakan oleh masyarakat ataupun pedagang setempat, Wali Kota Padang Mahyeldi mengatakan, sampai saat ini Pantai Padang terus berbenah terkait infrastrukturnya, agar Pantai Padang ini semakin indah dan menawan. Terutama, jika pengunjung sudah datang, maka pedagangpun akan dapat untung.

“Tujuan saya membenahi Pantai Padang ini tidak hanya untuk membuatnya indah. Tapi saya juga ingin memberikan hal positif kepada masyarakat setempat, terutama yang berdagang. Semenjak Pantai Padang terus dibenahi, saya melihat usaha-usaha rakyat semakin tumbuh dan berkembang,” katanya.

Mahyeldi juga menyebutkan, makanan-makanan yang dijual oleh pedagang di Pantai Padang memang kebanyakan dari makanan daerah. Jadi, jikapun nanti ada pengunjung yang datang luar dari Sumbar, bisa merasakan betapa lezatnya masakan orang Padang.

“Untuk itu saya juga menghimbau kepada para pedagang, agar tidak menetapkan tarif harga yang semena-mena. Karena hal itu bisa berdampak buruk terhadap pedagang. Maka dari itu, berjualan dengan tarif yang wajar atau dengan harga yang pada biasanya dibeli oleh masyarakat setempat,” imbaunya.

Wali Kota Padang Mahyeldi-Foto: Dokumentasi CDN.
Lihat juga...