Pemerintah Diharap Buka Lahan Pertanian Atasi Pengangguran

MEDAN – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, diharapkan membuka lahan pertanian baru di sejumlah daerah kabupaten dan kota untuk mengatasi meningkatnya angka pengangguran terbuka.

“Pengangguran di Sumatera Utara (Sumut) sangat memprihatinkan dan hingga Agustus 2017 tercatat mencapai 377.000 orang, dan diperkirakan tahun depan akan terus mengalami peningkatan,” kata Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Sumatera Utara (USU), Prof. Dr. Badaruddin, MA., di Medan, Jumat (8/12/2017).

Menurut dia, banyaknya angka pengangguran tersebut karena daya tampung tenaga kerja di institusi pemerintah dan perusahaan swasta tidak sebanding dengan semakin meningkatnya para pencari kerja.

Sehubungan dengan itu, kata dia, para pengangguran yang mencapai ratusan ribu orang harus diberikan lapangan pekerjaan bagi mereka. “Karena hal tersebut, juga merupakan tanggung jawab Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan,” ujar Badaruddin.

Ia mengatakan, Kementerian Ketenagakerjaan dapat bekerja sama dengan Kementerian Pertanian dan instansi terkait lainnya untuk membuka lahan tidur yang seluas-luasnya di Indonesia.

“Tanah-tanah yang belum dikelola itu harus dapat dimanfaatkan oleh para pengangguran di negeri ini, sehingga mereka bisa memiliki lapangan pekerjaan,” katanya.

Badaruddin menyebut, membuka lahan pertanian yang ada di pedesaan, dan sekaligus memiliki peranan untuk menyukseskan program pemerintah saat ini, yaitu meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia.

Indonesia bertekad akan memiliki ketahanan pangan yang kuat, serta tidak akan mengimpor bahan makanan dari negara luar. “Indonesia yang memiliki cukup luas lahan pertanian, tidak perlu lagi bergantung dengan bahan pangan dari negara asing.Indonesia juga menghasilkan ketahanan pangan yang sangat kuat,” kata mantan Dekan Fisip USU itu.

Sebelumnya, jumlah pengangguran terbuka di Sumatera Utara pada posisi Agustus 2017 naik 5.000 orang dibandingkan periode sama 2016 atau menjadi 377.000 orang.

“Kenaikan pengangguran antara lain dipicu meningkatnya jumlah angkatan kerja dan menurunnya serapan tenaga kerja di sektor pertanian,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Syech Suhaimi di Medan, Rabu, (8/11).

Data menunjukkan, angkatan kerja di Sumut hingga Agustus 2017 naik cukup besar sebanyak 380.000 dibanding periode sama 2016 atau menjadi 6,74 juta orang. “Jadi, meski ada kenaikan, persentase angka pengangguran terbuka itu lebih rendah dari periode sama tahun lalu atau 5,60 persen,” katanya.

Pengamat ekonomi Sumut, Wahyu Ario Pratomo, menyebutkan, pemerintah harus terus melakukan berbagai upaya untuk semakin bisa menyerap tenaga kerja lebih banyak. Apalagi, berdasarkan data, jumlah usia produktif Sumut bahkan secara nasional terus meningkat.

Pembangunan sektor pertanian dan infrastruktur yang gencar dilakukan saat ini sangat tepat dan terbukti menyerap tenaga kerja yang lebih banyak. (Ant)

Lihat juga...