Pemerintah Jamin Pinjaman PT. KAI Rp19,25 Triliun

JAKARTA — Pemerintah dipastikan memberikan jaminan dan komitmen, bahwa PT. Kereta Api Indonesia (KAI) akan melunasi pinjaman dana talangan sebesar triliunan rupiah.

Dana tersebut menurut rencana akan dipergunakan untuk membiayai  proyek pembangunan Light Rail Transit (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) yang sekarang sudah berjalan hampir 50 persen. Demikian disampaikan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan (Menkeu) RI kepada wartawan di Jakarta, Jumat (29/12/2017).

Jaminan kepastian pembayaran atau pelunasan hutang PT. KAI yang dilakukan oleh sejumlah bank sindikasi atau konsorsium tersebut memang harus membutuhkan jaminan dari Pemerintah.

“PT. KAI hari ini telah menandatangani perjanjian (MoU) dengan sejumlah bank sindikasi atau konsorsium, nilai pinjamannya sangat besar, yaitu Rp19,25 triliun. Tentu saja dalam hal ini Pemerintah memberikan jaminan atau menjamin, bahwa PT. KAI akan melunasi atau membayar kewajiban hutangnya kepada pihak bank yang bersangkutan sesuai kesepakatan atau komitmen” jelas Sri Mulyani.

Sri Mulyani juga menambahkan, bahwa Pemerintah bisa memberikan dukungan secara langsung kepada PT. KAI, di antaranya dengan memberikan bantuan keringanan, misalnya seperti pemberian subsidi. Pemerintah selama ini telah memberikan subsidi melalui public service obligation (PSO) terhadap tiket atau karcis yang dijual kepada penumpang Kereta Api (KA).

Dengan adanya pemberian bantuan seperti subsisdi atau PSO tersebut, diharapkan akan membuat harga tiket penumpang KA, khususnya kelas ekonomi bersubsidi akan menjadi lebih murah dan terjangkau oleh masyarakat menengah ke bawah.

Sementara di satu sisi, pemberian subsidi tentu akan banyak membantu meringankan beban biaya operasional perjalanan KA yang selama ini menjadi tanggungan PT. KAI.

“Sebagai salah satu ibukota negara dengan cakupan luas wilayah  terbesar di dunia, Jakarta tentu membutuhkan sarana dan prasarana infrastruktur, khususnya transportasi angkutan massal cepat terintegrasi yang memadai dan efisien, misalnya seperti LRT Jabodebek yang rencanananya akan dapat dioperasikan pada 2019 mendatang, sehingga dengan demikian dengan adanya LRT akan mengurangi potensi kemacetan di jalan raya”, pungkas Sri Mulyani.

Lihat juga...