Pemkab Sikka Harapkan LTSA Segera Dibangun di Maumere

MAUMERE — Pemerintah kabupaten Sikka mengharapkan Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) dapat segera dibangun di Kota Maumere agar memudahkan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dalam pengurusan surat-surat.

“Banyak tenaga kerja asal Flores terutama Tenaga Kerja Wanita (TKW) mempercayakan pengurusan surat-suratnya kepada penyalur sehingga mereka mengurusnya di luar daerah dan banyak data yang dipalsukan,” sebut kepala dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi kabupaten Sikka, Germanus Goleng, Minggu (17/12/2017).

Kepada Cendana News Germanus menjelaskan, pihaknya sudah mendapat lampu hijau dari Kementrian tenaga Kerja dan Transmigrasi perihal usulan ini. Dirinya berharap agar usulan ini bisa direalisasikan tahun 2018 agar bisa segera beroperasi.

“Kami sudah menyiapkan gedung yang akan dijadikan kantor dan kami berharap agar usulan ini segera direalisasikan awal 2018 agar bisa segera beroperasi. Banyak TKI asal Flores yang mengurusnya di Kupang ataukah saat di perbatasan negara tujuan bila ingin ke Malaysia,” ungkapnya.

Pengurusan surat-surat di perbatasan lanjut Germanus, sering memanfaatkan jasa calo sehingga biaya yang dikeluarkan menjadi mahal. Selain itu data-data tenaga kerja sering dipalsukan guna menyesuaikan dengan permintaan agen penyalur tenaga kerja.

Hal senada juga disampaikan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pelayanan Advokasi Untuk Keadilan dan Perdamaian (PADMA) Indonesia, Gabriel Goa Sola yang meminta agar pembangunan LTSA di Maumere segera dilaksanakan.

Gabriel meminta agar Tim Pengendali Perdagangan Orang juga mendesak agar beberapa Balai Latihan Kerja (BLK) di NTT seperti di Kupang diefektifkan agar para tenaga kerja yang akan bekerja ke luar negeri sudah dibekali dengan keterampilan sesuai dengan bidang pekerjaan yang diinginkan.

“Layanan Terpadu Satu Atap di Kupang perlu dioptimalkan. Selain itu untuk pulau Flores perlu dibangun segera LTSA di Maumere untuk melayani Flores bagian timur dan di Labuan Bajo untuk melayani di wilayah barat Flores,” tuturnya.

Gabriel berharap dengan adanya pembukaan LTSA dan mengoptimalkan BLK maka kasus perdagangan orang yang selama ini terjadi di provinsi NTT tidak akan terjadi lagi. Selain itu pekerja yang akan ke luar negeri memiliki identitas yang jelas agar saat ada permasalahan tidak sulit diketahui daerah asalnya.

Dr.Reyna Usman,MM staf ahli Menakertrans RI saat Sosialisasi Tata Cara Perijinan dan Penggunaan Tenaga Kerja Asing di Maumere Jumat (3/11/2017) lalu juga mengatakan, untuk mempermudah pelayanan kepada calon TKI yang akan bekerja di luar negeri dan Tenaga Kerja Asing yang bekerja di Flores maka Kemenakertrans menyetujui usulan pembangunan kantor Layanan Terpadu Satu Pintu (LTSP) di Maumere.

“Kami sangat senang dan merespon positif usulan yang diajukan pemerintah kabupoaten Sikka dalam hal ini dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sikka untuk membangun kantor Layanan Terpadu Satu Pintu di Maumere agar bisa melayani calon TKI dan TKA yang bekerja di daerah ini,” ungkapnya.

Bila ada kantor di Maumere kata Reyna, maka tentu akan semakin mempermudah calon TKI dan TKA di Flores dan Lembata mengurus dokumen yang dibutuhkan apalagi kantor Imigrasi juga sudah ada di Maumere.

Lihat juga...