Pemkot Kupang Sidak Pastikan Ketersedian Pangan Menjelang Natal

KUPANG — Pemerintah Kota Kupang mulai melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah gudang penyimpanan pangan di wilayah ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur itu untuk memastikan ketersediaan pangan menjelang perayaan hari raya Natal 25 Desember mendatang.

“Saya sudah minta dinas perindustrian dan perdagangan untuk lakukan sidak itu dan berkemungkinan akan melibatkan instansi lainnya,” kata Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man di Kuppang, Jumat (15/12).

Pelaksanaan sidak kata dia sudah menjadi agenda rutin pemerintah menjelang hari raya besar keagamaan, untuk memastikan kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok termasuk pangan masyarakat.

Fakta yang biasa terjadi menurut dia, para pedagang besar akan melakukan sejumlah langkah menyimpang dengan menahan barang di gudang dan tidak menyalurkan ke pasar sesuai jadwal dengan harapan dapat menaikkan harga jual.

“Praktik ini mirip penimbunan dan upaya itu sudah selalu kita endus dan karenanya pemerintah harus melakukan pencegahan sejak dini biar tidak terjadi,” katanya.

Jika distribusi kebutuhan pokok macet dan atau ditahan pedagang besar, maka ketersediaannya di pasaran akan hilang, sementara kebutuhan tinggi.

Kondisi ini kemudian dimanfaatkan seolah-olah barangnya langka dan karena itu harga dinaikan seenaknya tentu akan sangat merugikan masyarakat konsumen.

“Apalagi jika itu berkaitan dengan pangan dan kebutuhan pokok lainnya. Ini praktik pelanggaran,” katanya.

Tentu lanjut Hermanus akan ada penerapan sanksi jika di lapangan ditemukan ada kesengajaan menimbun kebutuhan pokok. “Karena itu dalam aksi sidak kita libatkan semua elemen termasuk aparat kepolisian biar langsung dilakukan penindakan,” katanya.

Menurut dia, saat ini distribusi kebutuhan pokok ke pasaran masih berjalan normal. “Kami berharap hal itu terus terjadi hingga perayaan natal nanti dan penutupan tahun ini,” katanya.

Sementara terhadap kondisi harga jual kebutuhan pokok saat ini, masih relatif stabil. Meskipun akan terjadi kenaikan dan bahkan penunrunan harga jual untuk sejumlah jenis komoditi karena pengaruh musim panen dan paceklik.

Misalnya tomat, bawang merah, bawang putih dan cabai, jika tiba panen raya, maka harga jual akan sangat rendah. Begitupun sebaliknya jika paceklik di tengah tingginya permintaan, maka harga akan tinggi.

“Siklus dan kondisi ini sudah biasa dan sudah dipahami masyarakat konsumen daerah ini,” katanya(Ant).

Lihat juga...