Pemohon SKCK di Polres Sukoharjo Membludak

Editor: Irvan Syafari

36
Membludak, pelayanan permohonan SKCK di Polres Sukoharjo melonjak tajam karena dibukanya pendaftaran bagi perangkat desa secara serentak/Foto; Haurn Alrosid.

SOLO — Rekrutmen perangkat desa di Kabupaten Sukoharjo, Solo, Jawa Tengah, yang digelar serentak, rupaya membuat petugas permohonan Surat Keterangan Catatan SIpil (SKCK) kewalahan. Pasalnya, sejak dibuka rekrutmen itu, pemohon SKCK di Polres Sukoharjo naik empat kali lipat.

Kaur Bin Ops Sat Intelkam Polres Sukoharjo, Iptu Sukimin mengatakan, dalam sehari pemohon SKCK di Sukoharjo mencapai 200 orang. Padahal, di hari biasa, pemohon SKCK dalam seharinya tak lebih dari 50 orang.

“Dengan banyaknya pemohon yang berbondong-bondong, kita sempat kewalahan. Ini merupakan dampak adanya rekrutmen perangkat desa,” katanya kepada awak media, Rabu (6/12/2017).

Membludaknya pemohon SKCK baru terjadi dalam sepekan ini, karena sebelumnya permohonan yang ada di Sat Intelkam Polres Sukoharjo masih kondisi wajar.

Dalam melayani pemohon SKCK, pihaknya menggunakan prosedur tetap pelayanan antrian. Yakni, pemohon yang mengantri terlebih dahulu akan didahulukan. Selain itu, Polres juga bekerja sama dengan Pemerintah Desa.

“Sebelum sampai di Polres, kami sudah informasikan melalui Pemdes agar segala sesuatu terkait persyarakat sudah harus dilengkapi. Jadi, kalau sudah sampai Polres, mereka sudah siap,” tandasnya.

Adanya permohonan yang melonjak tajam, pihaknya harus memutar otak. Salah satunya dengan tetap melayani permohonan SKCK, meskipun waktu operasional sebenarnya sudah selesai.

“Kita bukanya dari Senin–Jum’at mulai pukul 08.00–15.00 WIB. Karena ini membludak kita layani hingga antrean selesai meski sampai malam hari,” tutupnya.

Komentar