Pemotor Palestina Tewas Dihantam Rudal Israel di Gaza

GAZA – Serangan udara Israel menewaskan dua orang Palestina yang sedang mengendarai sepeda motor di bagian utara Jalur Gaza, Selasa (12/12/2017). Beberapa saksi mata dan petugas paramedis menyebut, sebuah rudal Israel menghantam satu sepeda motor, dan menewaskan dua pengendaranya.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza Ashraf Al-Qedra membenarkan informasi kematian dua orang Palestina yang sedang mengendarai sepeda motor tesebut. “Jasad kedua orang Palestina itu telah dibawa ke rumah sakit di bagian utara Jalur Gaza,” ujar Al-Qedra, Selasa (12/12/2017).

Ketegangan dengan Israel di Jalur Gaza telah meningkat sejak Presiden AS Donald Trump mengumumkan Jerusalam sebagai Ibu Kota Israel pada Rabu (6/12/2017). Beberapa roket ditembakkan dari daerah kantung pantai itu ke dalam wilayah Israel selama beberapa hari belakangan.

Bentrokan antara pemrotes muda Palestina dan tentara Israel berlanjut pada Selasa (12/12/2017) di daerah perbatasan antara Jalur Gaza dan Israel. Sejauh ini, lima orang menderita luka sedang akibat peluru Israel.

Sementara itu Presiden Mesir Abdel Fattah As-Sisi pada Senin (11/12/2017) menekankan pendirian tegas negerinya mengenai perlunya memelihara status hukum dan sejarah Yerusalem. Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Ibu Kota Mesir, Kairo.

Presiden As-Sisi menekankan dukungan Mesir bagi berdirinya Negara Palestina Merdeka dengan Jerusalem Timur sebagai Ibu Kotanya. “Kedua pemimpin mengadakan pertemuan dan membahas perkembangan terbaru setelah pengakuan AS atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel,” kata Juru Bicara Presiden Mesir Bassam Rady.

Sementara itu, Presiden Abbas mengatakan keputusan AS tersebut mengejutkan pada saat Pemerintah Otonomi Palestina memperlihatkan keluwesan dan kesediaan untuk mencapai penyelesaian dengan dasar penyelesian dua-negara dan pengakuan Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina sejalan dengan perbatasan pra-1967.

Kedua pemimpin tersebut sepakat untuk melanjutkan konsultasi serta mengeksploitasi momentum internasional saat ini, yang menentang keputusan AS tersebut.

Yerusalem berada di inti sengketa Palestina-Israel. Meskipun Israel merebut Yerusalem Timur dari Jordania dalam Perang 1967 dan mengumumkan seluruh kota tersebut sebagai ibu kotanya yang tak terpisahkan dan abadi pada 1980. Tindakan tersebut tidak diakui oleh masyarakat internasional.

Rakyat Palestina berkeras bahwa mereka mesti mendirikan Negara Merdeka dengan Jerusalem Timur sebagai Ibu Kotanya dalam penyelesaian akhir. Berdasarkan kesepakatan perdamaian Palestina-Isel, status Yerusalem mesti diputuskan melalui pembicaraan status-akhir antara Israel dan Palestina. (Ant)

Lihat juga...