Pemprov Sumbar Diminta Gencar Gaet Investor Listrik

PADANG — Direktur Bisnis Regional Sumatera PLN, Wiluyo Kusdwiharto, mengatakan di wilayah Sumatera rasio elektrifikasi telah mencapai 99 persen. Namun, untuk wilayah Sumatera Barat (Sumbar) rasio elektrifikasi baru sekira 86,6 persen. 

Ia menyebutkan, masih terdapat daerah-daerah di Sumbar yang belum teraliri listrik, seperti halnya di Kabupaten Kepulauan Mentawai dan beberapa daerah lainnya.

Menurutnya, saat ini PT. PLN mengupayakan daerah-daerah yang belum teraliri listrik dengan tengah dikerjakannya tol listrik Sumatera dengan proyek jaringan transmisi 275 kV dan 500 kV di Sumatera.

Wiluyo juga mengatakan, infastruktur kelistrikan yang di sebut tol listrik Sumatera tersebut untuk mengalirkan listrik dari pembangkit besar yang mayoritas banyak terdapat di Sumatera Selatan (Sumsel).

“Hal itu juga dalam program kelistrikan 35 ribu Mega Watt (MW). Maka, PLN harus membangun jaringan transmisi sepanjang 46 ribu kilometer sirkit (kms), 19 kms untuk mengalirkan listrik dari pembangkit-pembangkit program 35 ribu MW,” katanya, dalam acara Seminar Nasional Kelistrikan, di Padang, Senin (19/12/2017).

Wiluyo berharap kepada pemerintah di Sumbar untuk gencar menggaet investor dalam hal mengelolah potensi listrik, yakni energi terbarukan yang ada di sejumlah daerah di Sumbar.

“Bagi Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI), juga perlu mendorong pemerintah dalam hal memanfaatkan energi terbarukan. Jika segala potensi dapat terkelola dengan baik, maka persoalan masih adanya daerah yang belum teraliri listrik bisa dituntaskan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua MKI Sumbar, Insannul Kamil, mengatakan saat ini hal yang perlu dilakukan oleh pemerintah ialah pemanfaatan potensi energi terbarukan. Karena di Sumbar cukup banyak potensi panas bumi atau energi terbarukan tersebut.

“Kalau bicara tahun 2020-an itu, bukan lagi soal energi fosil. Tapi, energi terbarukan. Nah, pemerintah di Sumbar perlu untuk gencar mencarikan investor, agar potensi yang ada bisa dimanfaatkan,” ucapnya.

Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit, menambahkan, hal utama yang perlu dilakukan agar Kabupaten Kepulauan Mentawai terlepas dari daerah tertinggal listrik adalah hal utama yang harus dilakukan.

“Saat ini kalau tidak salah baru sekira 50 persen daerah di Mentawai yang telah dialiri listrik. Maka dari itu, sampai saat ini upaya untuk pemerataan listrik masih terus dilakukan,” katanya.

Ia mengaku, kalau hidup di zaman sekarang, listrik merupakan hal yang sangat penting bagi manusia. Hal ini terlihat pada gaya hidup yang semakin berkembang, sehingga mengharuskan manusia untuk menggunakan teknologi yang membutuhkan listrik.

Lihat juga...