JAMBI – Pos Pengamatan Gunung Api Kerinci di Provinsi Jambi mengimbau maskapai penerbangan untuk menghindari jalur yang melewati di atas Gunung Kerinci, karena gunung tersebut masih memiliki potensi mengeluarkan abu vulkanik.
“Jalur penerbangan di sekitar Gunung Api Kerinci sebaiknya dihindari, karena sewaktu-waktu masih memiliki potensi mengeluarkan abu dengan ketinggian yang dapat mengganggu jalur penerbangan,” kata Ketua Pos Pengamatan Gunung Api Kerinci, Rinaldi, dihubungi dari Jambi, Rabu (6/12/2017).
Jalur penerbangan yang melewati gunung setinggi 3.805 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu memang tidak dilarang, namun lebih baik dihindari sebelum terjadi kejadian yang bisa membahayakan.
Ia menegaskan, status gunung api tersebut hingga saat ini masih waspada level II, sehingga warga sekitar dan pendaki pun dilarang beraktivitas mendekati puncak pada radius tiga kilometer atau kawasan rawan bencana (KRB) III.
Berdasarkan catatan dari Badan Meteorologi setempat, kata Rinaldi, cuaca di sekitar Gunung Kerinci mendung dan hujan. Sedangkan suhu udara 20-23 derajat celcius dengan kelembaban udara 72-79 persen.
Selain itu, tingkat kegempaan atau hembusan tercatat sebanyak 104 kali. Amplitudo antara 0.5-5 mm, dengan durasi 10-25 detik. “Selain itu juga tercatat adanya vulkanik dangkal sebanyak satu kali dengan amplitudo 14 mm, durasi selama 20 detik,” katanya.
Sementara itu, status waspada level II Gunung Kerinci (3.805 MDPL) yang terletak di perbatasan Provinsi Jambi dan Sumatera Barat itu sejak 2007. Sejak status tersebut, pihak Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan, agar pendaki atau pun masyarakat di sekitar Gunung Kerinci tidak mendekati kawah gunung radius tiga kilometer.