Penerima Rastra 2018 Digratiskan

PADANG – Kepala Divisi Regional (Divre) Badan Urusan Logistik (Bulog) Sumatera Barat (Sumbar) Suharto Jabar mengatakan, ada aturan baru dari Kementerian Sosial terkait penyaluran beras sejahtera (rastra) di tahun 2018.

Ia menyebutkan, aturan tersebut yakni untuk jatah rastra bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) akan berkurang jika dibandingkan pada tahun sebelumnya, dari 15 kilogram untuk setiap KPM per bulan, turun menjadi 10 kilogram setiap KPM per bulan.

“Selain turun jatah beras rastra, kepada KPM juga tidak dibebankan biaya apapun, alias digratiskan. Hal itu berlaku seluruh daerah di Indonesia,” katanya, Jumat (22/12/2017).

Suharto menjelaskan, alasan dikuranginya jatah penerima rastra merupakan kebijakan pemerintah yang dalam hal ini Kementerian Sosial. Sementara dari Bulog sendiri tidak begitu tahu pasti penyebab turunnya jatah penerima rastra tersebut.

“Kemungkinan ini soal anggaran dan konversi juga. Dari sebelumnya membayar Rp1.600 untuk 15 kilogram, sekarang gratis untuk 10 kilogram,” ucapnya.

Menurutnya, untuk penyaluran rastra 2018 pun diperkirakan akan dimulai pada minggu pertama bulan Januari 2018. Namun, hingga saat ini, Bulog belum menerima pagu rastra melalui Surat Keputusan Gubernur Sumatera Barat.

“Tapi untuk pagu rastra Januari 2017 Sumbar bisa sampaikan sebanyak 2.209.910 kilogram dengan 22.099 KPM, dan mendapatkan masing-masing KPM sebanyak 10 kg dengan gratis atas program bantuan sosial,” jelasnya.

Sedangkan terkait untuk penyaluran rastra 2017 telah selesai dilakukan pada 12 titik alokasi di Sumbar pada awal Desember 2017. Hampir tidak ada persoalan yang terjadi, pada rastra 2017.

Sementara jika melihat pada total KPM di Sumbar pada tahun 2017 mencapai 248.418 KPM. Jumlah itu turun drastis jika dibandingkan dari jumlah penerima 2016 yang mencapai 275.431 Rumah Tangga Sasaran (RTS). Jumlah penurunannya mencapai 27.013.

Menyikapi adanya aturan baru pada penyaluran rastra 2018, salah seorang penerima rastra di Kota Padang, Nova mengatakan, tidak mempersoalkan jikapun itu berat beras yang diterima harus turun sebesar 5 kilogram.

“Jika benar untuk mengambil rastranya gratis, tidak apalah jika itu beras yang diterima tidak sebanyak yang dulu,” katanya.

Menurut masyarakat yang termasuk penerima rastra, selama ini dengan adanya beras rastra, cukup membantu kebutuhan bagi keluarganya. Namun, di sisi lain, Nova berharap betul agar pemerintah mampu memberikan kualitas beras yang lebih bagus.

“Memang terkadang ada ditemukan beras yang berkutu. Selain itu rasa beras rastra agak kurang enak. Tapi, kendati demikian, saya tetap berterima kasih adanya bantuan beras itu,” ujarnya.

Lihat juga...