Pengawasan Lemah, Sebab Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg

61

KARAWANG – Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi Karawang-Purwakarta, Jabar, menyatakan tidak ada pengurangan alokasi gas elpiji subsidi 3 kilogram, meski selama beberapa hari terakhir banyak keluhan masyarakat terkait kelangkaan elpiji bersubsidi.

“Sebenarnya tidak ada kelangkaan (elpiji bersubsidi). Karena memang tidak ada pemotongan alokasi,” kata Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Karawang-Purwakarta, Dindin Nazarudin, saat dihubungi di Karawang, Kamis (7/12/2017).

Menurut dia, Hiswana Migas hanya menerima alokasi elpiji bersubsidi yang telah ditentukan pemerintah. Selanjutnya dilakukan pendistribusian sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dalam ketentuannya, alokasi gas elpiji bersubsidi untuk Kabupaten Karawang mencapai 1,7 juta tabung per bulan. Sedangkan untuk Purwakarta sebanyak 580-600 ribu tabung per bulan.

Alokasi per bulan itu diakuinya merupakan alokasi reguler. Di luar yang reguler itu, Hiswana Migas juga mendistribusikan elpiji bersubsidi tambahan sesuai pengajuan yang disampaikan pemerintah kabupaten setempat.

“Pendistribusian elpiJi bersubsidi tambahan itu hanya dilakukan jika ada pengajuan dari pemerintah kabupaten. Karena hanya pemerintah kabupaten yang berwenang mengajukan penambahan kuota elpiji bersubsidi,” kata dia.

Seperti saat ini, dikabarkan kalau Pemkab Karawang akan segera mengajukan penambahan kuota elpiji bersubsidi. Hal itu dilakukan karena kemungkinan terjadi kekurangan elpiji bersubsidi di lapangan.

“Pada Desember ini, pengiriman elpiji bersubsidi didistribusikan selama 24 hari kerja, sebab ada beberapa hari libur pada bulan ini,” kata Dindin.

Sementara itu, selama beberapa hari terakhir ini warga Karawang banyak yang mengeluhkan kesulitan untuk mendapatkan gas elpiji bersubsidi 3 kilogram.

Meski warga mendapatkan elpiji bersubsidi, warga harus mendapatkan elpiji bersubsidi dengan harga mahal, mencapai Rp23-25 ribu per tabung. Sedangkan harga eceran tertinggi elpiji bersubsidi mencapai Rp16 ribu per kilogram.

Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) Linkar, menilai pengawasan pendistribusian gas elpiji subsidi 3 kilogram yang dikoordinatori Sekda Kabupaten Karawang, Jabar, masih lemah sampai terjadi kelangkaan elpiji bersubsidi.

“Sebenarnya ada Tim Koordinasi Pengawasan Distribusi Gas Elpiji Subsidi 3 Kilogram di Karawang. Tapi pengawasannya nyaris tidak dilakukan. Terbukti, secara berulang-ulang kelangkaan elpiji bersubsidi terus terjadi,” kata Ketua LPKSM Linkar, Eddy Djunaedy, di Karawang.

Tim Koordinasi Pengawasan Distribusi Gas Elpiji Subsidi 3 Kilogram itu sendiri dikoordinatori Sekda Karawang Teddy Rusfendi Sutisna, beranggotakan Hiswana Migas, beberapa organisasi perangkat daerah, pihak kecamatan hingga pihak desa.

“Tim pengawasannya itu sebenarnya sudah lengkap hingga ke tingkat desa. Tapi, tidak aktif, dan tidak mampu mengatasi kelangkaan elpiji bersubsidi,” kata dia.

Ia mengatakan, kelangkaan elpiji bersubsidi itu seharusnya tidak terjadi jika pengawasannya maksimal. Sebab elpiji 3 kilogram tersebut merupakan barang bersubsidi yang pengadaannya telah diakomodir dalam APBN.

“Karena itu barang bersubsidi, maka mustahil kalau pihak Pertamina tidak menyediakan stok elpiji bersubsidi sesuai kuota,” kata Eddy. Feru Lantara. (Ant)

Komentar