Pengelola Terapkan Kuota 200 Orang Naik Bromo

Kantong sampah Berdasarkan pantauan langsung Antara yang mengikuti patroli yang dipimpin Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah II Tumpang, Kabupaten Malang, Tatag Hari Rhudata, sejak dari Pos Resort Coban Trisula melalui savana (padang rumput), laut pasir, hingga Pos Resort Tengger Laut Pasir dan Kantor Seksi Wilayah I di Cemorolawang, tampak beberapa mobil “jeep” menggantungkan kantong sampah di bagian depan kendaraan itu.

Puluhan “jeep” yang berlalu lalang membawa pengunjung untuk naik ke Gunung Bromo dan juga Gunung Semeru itu menampung sampah para penumpangnya, yang nantinya akan ditempatkan di tempat pembuangan akhir sampah.

“Untuk masalah sampah ini, kami dibantu relawan dan masyarakat tidak henti-hentinya terus melakukan imbauan-imbauan karena kesadaran menjaga kebersihan ini selalu naik-turun sehingga harus dilakukan penyadaran-penyadaran sepanjang waktu,” kata Tatag Hari Rhudata.

Sementara itu, Kasubag Evaluasi, Pelaporan dan Humas TN-BTS Syarif Hidayat menambahkan membludaknya pengunjung dan wisatawan tentu berdampak pada permasalahan kebersihan.

Terlebih dijumpai fakta belum tumbuhnya kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan di sekitarnya, yang berimbas adnya sampah yang berserakan di dalam kawasan.

Atas kondisi semacam itu guna memberikan kesadaran wisatawan dan pengunjung, termasuk para pelaku jasa wisata di kawasan Gunung Bromo dan sekitarnya, BBTNBTS bersama Forum Sahabat Gunung (FSG) mengampanyekan gerakan buang sampah pada tempatnya.

Bentuknya, di antaranya imbauan di media sosial dan pembagian kantong sampah terhadap pengunjung dan angkutan wisata.

Kampanye penyadaran itu dilakukan untuk terus mengingatkan wisatawan dan para pelaku usaha jasa wisata guna menjaga keindahan dan kebersihan TNBTS dengan tidak membuang sampah sembarangan di dalam kawasan, demikian Syarif Hidayat (Ant).

Lihat juga...