Pengelola Umrah Hannin Tour Tertangkap Polisi Surakarta

SOLO – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kota Surakarta berhasil menangkap pengelola biro travel Umrah Hannien Tour terkait kasus penipuan pemberangkatan ibadha ke tanah suci. Tercatat ada puluhan orang korban warga Solo dalam kasus tersebut.

Kasat Reskrim Polresta Surakarta Kompol Agus Puryadi menyebut, tersangka yang diamankan statusnya adalah direktur dan bendahara dari biro travel. ” pengelolanya bernisial SR selaku Direktur dan AV selaku Bendahara Hannien Tour Cabang Solo, setelah selama empat bulan dalam pencarian petugas akhirnya berhasil kita amankan,” kata Agus Puryadi di Solo, Jumat (22/12/2017).

Kedua pengelola biro travel Umrah Hannien Tour Cabang Solo tersebut ditangkap di tempat persembunyiannya, di sebuah ruko di kawasan Bekasi, Jumat (22/12/2017), sekira pukul 13.00 WIB. Ruman persembunyian tersebut disinyalir menjadi kantor biro yang sama di daerah Bekasi.

Namun sebagai tempat persembunyian, ruko di daerah Bekasi tersebut tidak dilengkapi dengan papan nama. Namun berkat kegigihan petugas untuk terus memantau dan mengintai, akhirnya tersangka berhasil diamankan setelah terlihat melakukan aktivitas di ruko tersebut.

“Ruko itu, diketahui sebagai kantor cabang Hannien Tour di Bekasi, tetapi tidak diberikan papan namanya. Polisi yang yang mengintai langsung menangkap dan dibawa ke Solo,” kata Agus Puryadi.

Dari hasil laporan keterangan para saksi, kerugian korban kasus tersebut sementara diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah. Total sampai akhir tahun ini, jumlah korban penipuan Hannien Tour mencapai 400 orang. Korban saat diperiksa rata-rata satu orang telah menyetorkan uang untuk umrah mencapai Rp18 juta hingga Rp22 juta. Jika jumlah itu, dikalikan sebanyak 400 orang sudah pasti nilai kerugian sangat besar.

“Bagi masyarakat yang merasa pernah menjadi korban penipuan oleh biro travel umrah Hannien Tour di Solo segera melapor ke polisi, untuk mempercepat dan mempermudah proses penanganan perkara ini,” tandasnya.

Menurut Agus Puryadi jumlah korban yang melaporkan ke polisi pada awalnya sebanyak 43 orang, namun sebagian korban ada yang uangnya dikembalikan. Setiap korban sejak Januari 2017 telah menyetorkan biaya umrah antara Rp18 juta hingga Rp22 juta ke biro travel.

Polisi juga telah mengumpulkan barang bukti antara lain surat tanda setoran biaya umrah dan tas atau koper milik korban yang dibagikan dari pihak manajemen untuk pelanggan yang akan diberangkatkan umrah. (Ant)

Lihat juga...