Penghasil Minyak Atsiri, Manfaatkan Tanaman Serai dan Nilam

MALANG – Tidak hanya dapat digunakan sebagai campuran bumbu dapur, tanaman serai wangi yang memiliki aroma khas ternyata juga dapat dimanfaatkan sebagai pengharum ruangan. Daun dan tangkai sereh wangi mengandung minyak atsiri atau lebih dikenal dengan sebutan Citronella oil dalam dunia perdagangan.

Tanaman selanjutnya yang bisa menghasilkan minyak atisiri adalah tanaman Nilam. Daun tanaman nilam bisa menghasilkan minyak atsiri yang memiliki banyak sehingga sering dijadikan bahan dasar pembuatan sampo dan sabun.

Dua tanaman inilah yang kemudian coba dikembangkan Institut Atsiri (IA) Universitas Brawijaya (UB) untuk dijadikan sebagai bahan dasar dari berbagai produk wewangian alami hingga produk pestisida.

Staf formulasi Institut Atsiri, Ferdian, mengatakan bahwa saat ini Institut atsiri UB sudah bisa menghasilkan berbagai produk berbasis minyak atsiri yang berasal dari berbagai jenis tanaman diantaranya tanaman Serai Wangi dan Nilam.

Menurutnya budidaya dua jenis tanaman ini bisa di bilang cukup mudah sehingga prospek minyak atsiri yang di hasilkan dua jenis tanaman tersebut sangat baik.

“Berbagai produk yang telah dihasilkan Institut Atsiri UB diantaranya parfum, healthy care, lilin anti nyamuk dan bio pestisida,”sebutnya.

Lebih lanjut Ferdian menyampaikan bahwasannya minyak atsiri pada umumnya bisa menjadikan pernafasan lebih segar, mengurangi sesak nafas dan mengobati sakit asma. Selain itu minyak atsiri dari serai wangi dan nilam bisa dijadikan sebagai anti nyamuk.

Minyak atsiri sendiri diperoleh setelah melalui proses penyulingan. Langkah pertama proses penyulingan adalah memasukkan bahan atau bagian tanaman yang akan diambil minyak atsirinya ke dalam tangki yang berisi air. Kemudian di dalam tangki juga terdapat sekat yang memisahkan antara air dan bagian tanaman.

Proses selanjutnya adalah tangki tersebut dipanaskan. Setelah itu air akan menguap dan akan membawa minyak atisiri dari tanaman nilam atau serai.

“Ketika uap membawa minyak atsiri tanaman nilam kemudian ada proses perubahan fase dari gas ke cair sehingga nanti muncul berupa cairan. Dan cairan itu yang disebut minyak atsiri, “ungkapnya. Selain Serai dan Nilam, minyak atsiri juga bisa dileroleh dari tanaman lemon dan lavender.

Sementara itu Ferdian menceritakan berdirinya Institut Atsiri berawal dari sekelompok peneliti dimana mereka sering membuat jurnal terutama yang berhubungan dengn atsiri. Akhirnya tahun 2011 melalui SK Ketua LPPM UB berdirilah Institut Atsiri dan kemudian sahkan lebih lanjut oleh SK Rektor tahun 2015.

Lihat juga...