Peningkatan Kunjungan ke Menara Siger tak Signifikan

LAMPUNG — Selama musim liburan Natal 2017, kunjungan wisatawan ke objek wisata Menara Siger berbentuk mahkota khas wanita Lampung tidak memperlihatkan peningkatan signifikan dibandingkan hari-hari biasa.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Menara Siger, Ir. Ahmad Taufik Hidayat, M.Si., menyebut tren kunjungan wisata ke Menara Siger berbeda dengan destinasi wisata lain yang sengaja didatangi oleh wisatawan untuk berlibur dalam waktu lama dalam waktu sehari penuh. Di Menara Siger, wisatawan hanya mampir dalam waktu sekitar dua hingga tiga jam.

Ir. Ahmad Taufik Hidayat, M.Si., -Foto: Henk Widi

Menurut Ahmad Taufik Hidayat, pola kunjungan hanya mampir sebentar ke objek wisata tersebut sudah terjadi selama bertahun-tahun, dengan lokasi objek wisata yang berada di ujung Selatan Pulau Sumatera. Tanpa mau menyebut jumlah pasti jumlah pengunjung jelang akhir tahun ini, ia memastikan dalam kondisi normal hari biasa jumlah pengunjung ke Menara Siger berkisar 50 hingga 100 orang per hari, sementara pada saat libur Natal 2017 berbarengan dengan libur sekolah jumlah kunjungan berkisar 400 hingga 500 orang per hari. Bahkan, saat pergantian tahun dan tahun baru bisa mencapai 5.000 orang per hari.

“Data keseluruhan rekapitulasi akan kami jumlahkan saat malam pergantian tahun baru, karena objek wisata Menara Siger didominasi pengunjung lokal, sementara saat liburan sebagian berasal dari luar daerah dan hanya mampir sejenak melihat lihat dan berfoto lalu melanjutkan perjalanan ke Pulau Jawa atau sebaliknya ke Pulau Sumatera,” terang Ahmad Taufik Hidayat, saat ditemui di salah satu gazebo objek wisata Menara Siger Bakauheni, Jumat (29/12/2017) sore.

Laki-laki yang akrab dipanggil Taufik tersebut, menuturkan beberapa fasilitas di Menara Siger yang masih menjadi lokasi favorit berada di sisi Timur menghadap ke Selat Sunda dan berada di tugu zero Sumatera atau titik nol Pulau Sumatera, di ujung Selatan. Sementara di sisi Barat dirinya menyebut halaman yang ada kini bisa dipergunakan untuk melihat kemegahan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), sekaligus menikmati suasana matahari terbenam.

Sebagian pengunjung sebelum jam tutup Menara Siger pukul 15.30 WIB juga bisa melihat Selat Sunda dari beberapa lantai yang ada di bagian dalam Menara.

Selama arus libur sekolah, katanya, dominasi kunjungan wisatawan keluarga mempergunakan kendaraan roda dua dan roda empat merupakan wisatawan lokal dan juga wisatawan dari luar daerah, di antaranya Jakarta, Palembang, Banten dan sekitarnya.

Lihat juga...