Penumpang Membludak, Penerbangan ke Bandara Frans Ditambah

MAUMERE — Untuk mengatasi lonjakan penumpang jelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2018, Bandara Frans Seda mendapatkan tambahan extra flight dengan rute Denpasar-Maumere-Denpasar setiap hari Selasa, Kamis dan Sabtu sejak 16 Desember sampai 5 Januari.

Juga untuk rute Kupang-Maumere-Kupang yang lebih padat penumpangnya, sejak tanggal 18 Desember sampai 15 Januari 2018 setiap hari Selasa, Kamis dan Sabtu dengan menggunakan pesawat ATR 72 yang diopersikan masakapai Nam Air.

“Untuk Natal dan Tahun Baru kali ini hanya maskapai Nam Air yang menambah flight untuk dua rute ini. Kalau dari Depasar ke Maumere digunakan pesawat Boeing 737 seri 500 sehingga daya angkutnya lebih banyak dan ini sangat membantu penumpang,” sebut Kepala Bandara Frans Seda Maumere Yohanes R. Keraf Kamis (21/12/2017).

Untuk dua maskapai lainnya yakni Garuda Indonesia dan Wings Air sebut Yohanes, belum ada permohonan untuk menambah extra flight. Bila dilihat, rute Denpasar-Maumere memang sangat padat karena banyak penumpang yang lebih memilih transit dari Denpasar.

Untuk menjaga keamanan dan kenyamanan penumpang, pihak Bandara Frans Seda tambahnya, telah disiapkan posko pengamanan Natal dan Tahun Baru yang bertugas sejak tanggal 18 Desmeber sampai 8 Januari 2018. Petugas posko bersal dari aparat kepolisian, TNI AD, AL dan AU, SAR, Airline serta Air Nav.

“Adanya posko ini juga berfungsi memberikan pelayanan dan informasi kepada penumpang serta menjaga agar para sopir dan penjemput tidak memasuki areal kedatangan,” terangnya.

Sementara itu, Heribertus Novalino, Kepala Seksi Teknik Operasi Keamanan dan Pelayanan Darurat kepada Cendana News menjelaskan,memang sempat ada penumpukan penumpang akibat tertundanya pemnerbangan pesawat Wing Air dari Denpasar tanggal 17 Desmeber 2017 rute Denpasar-Maumere dan tanggal 20 Desember maskaapi Nam Air dengan rute yang sama.

“Kemarin juga pesawat Wing Air dari Kupang ke Maumere juga mengalami keterlambatan akibat adanya perbaikan mesin. Sampai sekarang belum ada keterlambatan kedatangan akibat cuaca seperti hujan lebat dan angin kencang,” ungkapnya.

Meski hujan beberapa hari belakangan lebat sekali, tambah Heribertus, namun jarak pandang masih dalam batas normal yakni 8 sampai 10 kilometer. Sementara jarak pandang yang tidak diperbolehkan di bawah 1 kilometer.

“Bila cuaca tidak memungkinkan aikibat kabut maka kami akan menyalakan lampu Air Field Lighting. Meski hujan lebat, landasan pacu juga tidak tergenang air sehingga pesawat bisa mendarat dan take off dengan baik,” pungkasnya.

Lihat juga...