Penumpang Stasiun Rangkasbitung Tembus 25.000 per Hari

LEBAK — Penumpang Stasiun Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, sejak 22 Desember 2017 hingga menjelang pergantian tahun baru menembus 25.000 orang per hari.

Wakil Stasiun Rangkasbitung, Ishak, Sabtu (30/12/2017), mengatakan melonjaknya penumpang Commuter Line (KRL) rute Rangkasbitung-Tanahabang juga Kereta Api Ekonomi rute Rangkasbitung-Merak karena liburan sekolah dan Natal.

Mereka para penumpang untuk mengisi liburan sekolah dan perayaan Natal mengunjungi kampung halaman.

Kebanyakan penumpang Commuter Line itu tujuan Rangkasbitung, Serpong, Kebayoran dan Tanahabang.

Sedangkan, KA Ekonomi bertujuan Rangkasbitung, Serang, Karangantu, Cilegon dan Merak.

Selama ini, penumpang terus memadati Stasiun Rangkasbitung karena mereka mengisi liburan sekolah dan Natal dengan mendatangi tempat wisata juga silatuhrahmi kepada anggota keluarganya.

“Meskipun terjadi lonjakan penumpang, namun perjalanan Kereta Api berjalan lancar dan semua terangkut menuju berbagai masing-masing tujuan,” katanya menjelaskan.

Menurut dia, PT Kereta Api Indonesia (KAI) rute Rangkasbitung-Tanahabang tidak ada penambahan perjalanan kedatangan maupun keberangkatan.

Sebab, keberangkatan dan kedatangan untuk angkutan Commuter Line sebanyak 44 pulang pergi (PP) mulai pukul 04.00 WIB sampai 20.30 WIB.

Sementara angkutan KA Ekonomi rute Rangkasbitung-Merak keberangkatan dan kedatangan sebanyak 6 PP mulai pukul 03.50 WIB hingga 29.30 WIB.

“Semua penumpang KA Ekonomi dan Commuter Line terlayani dengan baik dan tidak ada penumpang yang tidak terangkut,” kata Ishak.

Menyinggung pengamanan, kata dia, pihaknya telah berkoordinasi dengan Polres Lebak hingga mendirikan posko pengamanan yang melibatkan 10 personel Brimob Polda Banten dan 25 personel kepolisian setempat.

Sejauh ini, ujar dia, pihaknya belum menerima laporan penumpang yang menjadi korban kejahatan, seperti pencopetan maupun penodongan dan penjambretan.

Selain itu juga pihaknya menyediakan posko kesehatan guna mengantisipasi kecelakaan maupun gangguan kesehatan setelah menjalani perjalanan jauh.

Biasanya, para penumpang kelelahan maupun sakit kepala sehingga bisa diatasi melalui posko kesehatan itu.

“Kami terus meningkatkan pelayanan agar warga yang merayakan liburan sekolah, Natal dan tahun baru selamat sampai tujuan,” katanya menjelaskan. [Ant]

Lihat juga...