Penyamakan Kulit di Magetan Terkendala Cuaca

MAGETAN – Perajin kulit di Magetan, Jawa Timur mengeluhkan kondisi cuaca yang kurang mendukung untuk usahanya. Mendung dan hujan yang turun mengakibatkan penurunan produksi hingga 50 persen.

Penurunan diakibatkan oleh sulitnya proses pengeringan kulit karena tidak adanya panas. Proses pengeringan masih mengandalkan panas matahari sehingga ketika mendung dan hujan turun kegiatannya menjadi tidak maksimal.

Salah seorang perajin penyamakan kulit di Desa Ringinagung, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan Sugeng mengatakan, kondisi udara yang lembab sangat berpengaruh pada saat proses penyamakan sehingga proses pengeringan kulit tidak bisa maksimal.

“Biasanya dalam seminggu bisa melakukan pemrosesan hingga dua kali. Namun dengan cuaca sering hujan dan udara lembab seperti ini, dalam seminggu hanya bisa memproses sekali. Bahkan terkadang untuk menyelesaikan satu kali proses penyamakan butuh waktu hingga sepuluh hari,” ujar Sugeng, Minggu (10/12/2017)

Dia menyebutkan pada musim kemarau, industri rumahan penyamakan kulit itu bisa bekerja normal dengan menghasilkan 220 lembar kulit per minggu. Sedangkan sekarang rata-rata hanya menghasilkan 110 lembar atau separuh di musim panas.

“Pada musim kemarau, kami melakukan penyamakan kulit hingga dua kali dalam seminggu, sehingga bisa menyelesaikan 220 lembar. Pada musim penghujan dengan udara lembab seperti ini, waktu tujuh hingga sepuluh hari kami hanya untuk menyelesaikan 110 lembar kulit,” jelasnya.

Bahkan karena hujan yang turun, pernah dalam beberapa hari industri kulit tersebut sama sekali tidak bisa melakukan proses penyamakan. “Bila hujan terus menerus dan udara lembab, kami tidak bisa memaksakan proses penyamakan karena bisa menimbulkan jamur, sehingga kulit yang dihasilkan tidak bisa mengkilap,” ujarnya.

Sugeng menambahkan, kulit hasil penyamakan dijual ke pabrik sepatu pantofel di Magetan dengan harga Rp14.500 per “feet”. Dengan perkiraan rata-rata 20 “feet” per lembar, maka setiap lembar kulit bahan sepatu tersebut menghasilkan Rp290.000. (Ant)

Lihat juga...