Perajin HSU Hidupkan Kerajinan yang Hampir Punah

AMUNTAI – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, mendorong perajin untuk menghidupkan kembali kerajinan dan industri khas daerah yang hampir punah.

Wakil Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) Husairi Abdi di Amuntai, Jumat mengatakan, ada gagasan dari berbagai pihak untuk menghidupkan kembali sejumlah usaha kerajinan masyarakat HSU yang hampir punah seperti kerajinan kain Tenun Sari Gading di Desa Sungai Tabukan.

“Pemerintah sangat mendukung gagasan untuk mengembangkan industri-industri yang hampir punah, karena tidak ada regenerasi,” katanya.

Menurut Wabup, perlu inovasi terus menerus di daerah, untuk mengembangkan industri-industri di daerah, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Apalagi, HSU sejak dulu dikenal sebagai daerah industri yang sempat berjaya bukan hanya di Kalsel, tetapi juga ekspor, seperti industri lampit, moulding, mebel dan lainnya.

Diharapkan, melalui inovasi yang terus diperbaiki, industri di Amuntai bisa berkembang dengan kualitas dan daya saing yang jauh lebih baik.

Sebelumnya, Pemkab HSU menyelenggarakan, bursa inovasi daerah, untuk menggali berbagai potensi daerah yang bisa dikembangkan dan didorong untuk maju.

Melalui program tersebut, pemerintah berinisiatif menawarkan model-model pembangunan inovatif yang sudah dilakukan di beberapa desa, untuk menjadi contoh bagi desa lain.

Menurut Wabup, banyak inovasi pembangunan yang ditawarkan, sudah dikembangkan dan sukses, sehingga inovasi bisa menjadi model yang bisa diterapkan di desa lainnya.

“Berbagai inovasi yang sudah berkembang, semoga bisa memotivasi desa lain sehingga mampu memanfaatkan lebih efektif, efisien dan inovatif untuk lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Husairi.

Husairi mengatakan, Bursa Inovasi Desa bisa membantu pemerintahan desa yang umumnya masih lemah kapasitas perencanaannya sehingga bisa mengadopsi dan mengembangkan model yang sudah ada.

Berbagai model inovasi ditawarkan kepada 600 peserta yang menghadiri Bursa Inovasi Desa di Gedung Bapalitbangda HSU pada Kamis kemarin seperti pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), inovasi usaha kerajinan, pelayanan, pendidikan, kesehatan dan lainnya.

Pada bidang Kesehatan misalnya sudah dilakukan Desa Jingah Bujur Kecamatan Haur Gading dengan menerapkan kegiatan Posyandu berhadiah.

Inovasi pada sektor kerajinan juga sudah dikembangkan perajin Desa Kamayahan Kecamatan Amuntai Utara dengan mendesain kerajinan tas untuk Laptop dan lainnya.

Tokoh Lembaga Swadaya Masyarakat Budi Lesmana berharap, desa bisa menjadi aktor utama dalam pembangunan di daerah. Ia berharap ke depan sudah tidak ada lagi bursa inovasi semacam ini melainkan sudah menjadi ajang kompetisi inovasi pembangunan antardesa.

Pihak panitia dari Dinas Penanaman Modal dan Tenaga Kerja Muhammad Subli mengatakan Bursa Inovasi Desa menjadi ajang saling tukar informasi antardesa, salah satunya membantu mencari solusi penyelesaian berbagai masalah pembangunan yang ada di desa.

“Kita semua berharap aparat dan warga desa bisa lebih mengembangkan pembangunan di desa apalagi sekarang dana desa dan alokasi dana desa semakin bertambah,” katanya. (Ant)

Lihat juga...