Perajin Ikan Asin Pesisir Pandeglang Menganggur

PANDEGLANG — Perajin ikan asin di pesisir Pandeglang, Banten menganggur akibat cuaca buruk di Perairan Banten bagian selatan.

“Kami hari ini tidak mendapat ikan karena nelayan tak melaut,” kata Emin (50) seorang perajin ikan asin di lokasi TPI Teluk Labuan Kabupaten Pandeglang, Minggu.

Selama sepekan terakhir ini, dirinya menganggur dan tidak produksi ikan asin.

Selain ikan di TPI Teluk Labuan sulit didapatinya akibat nelayan tidak melaut juga perajin kesulitan untuk menjemur ikan.

Selama ini, perajin ikan asin di wilayahnya menganggur hingga berdampak terhadap pendapatan ekonomi keluarga.

Selain itu juga harga ikan kacang-kacangan di nelayan relatif mahal karena tangkapan menepis.

Saat ini, perajin lebih baik tidak memproduksi ikan asin, padahal permintaan pasar cukup tinggi.

Bahkan, banyak pedagang dari Rangkasbitung sudah memesan ikan asin, namun tidak mampu dilayani permintaan tersebut.

“Kami tidak bisa melayani permintaan karena ikan tangkapan nelayan tak melaut,” katanya.

Ia mengatakan, selama ini para pengolah ikan asin banyak yang tidak memproduksi karena pasokan ikan dari nelayan tidak ada.

Umumnya, ujar dia, jika cuaca normal pengolah ikan asin bisa memproduksi antara 20-30 karung.

Namun, saat ini produksi ikan menurun drastis, sehingga perajin tidak memproduksi ikan asin.

“Kami berharap cuaca kembali normal dan tangkapan nelayan melimpah,” katanya menjelaskan.

Begitu juga Atin (45) seorang perajin warga Panimbang Kabupaten Pandeglang mengaku selama dua pekan terakhir ini tidak memproduksi ikan asin sehubungan tangkapan nelayan relatif kecil.

Saat ini para pengolah ikan asin terpaksa beralih menjadi pedagang sayuran di Pasar Panimbang.

Namun, jika tangkapan nelayan melimpah maka kembali memproduksi ikan asin tersebut. “Kami sudah biasa jika masa paceklik maka perajin ikan asin menjadi pedagang,” katanya.

Sementara itu, sejumlah pedagang mengatakan bahwa mereka kcewa dengan tidak adanya ikan asin akibat cuaca buruk yang melanda Perairan Banten bagian selatan.

Ia mendatangi kawasan nelayan TPI Binuangeun sebagai penghasil ikan asin terbesar di Pandeglang, nantinya dijual kembali di Pasar Rangkasbitung.

“Kami terpaksa membatalkan membeli ikan asin di Panimbang, karena stok hanya ada lima sampai 15 kilogram,” kata Sarmin (50), seorang pedagang ikan asin warga Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.[Ant]

Lihat juga...