Perayaan Natal, Masjid Al Istiqomah Berikan Lahan Parkir untuk Umat Katolik

LAMPUNG — Perayaan Hari Raya Natal Kelahiran Yesus Kristus 2017 dirayakan oleh ratusan umat Katolik dari stasi Kalianda, stasi Pasuruan, stasi Sukabakti dan beberapa wilayah terdekat dengan Gereja Santo Petrus dan Paulus Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan.

Letak Gereja Santo Petrus dan Paulus berhadapan dengan Masjid Al Istiqomah. Selama puluhan tahun kerap gereja ini merayakan Natal dengan jumlah umat Katolik yang membludak terutama pengguna kendaraan roda dua dan roda empat.

Menurut Sodik, salah satu umat muslim yang tinggal di depan masjid sekaligus lahan rumah dan masjid dipergunakan sebagai lahan parkir dalam beberapa perayaan hari besar umat Katolik di antaranya Paskah dan Natal.

Kondisi tersebut menjadi peristiwa yang sudah berlangsung sejak lama. Meskipun pemberitahuan dilakukan secara lisan, umat muslim yang ada di sekitar gereja dengan sukarela membantu pelaksanaan perayaan Natal dan Paskah dalam menjaga keamanan.

Perayaan Natal yang umumnya diikuti oleh ratusan umat dari berbagai wilayah disebutnya kerap membuat areal parkir gereja berkurang. Bahkan sebagian areal gereja dipergunakan untuk membuat tenda akibat keterbatasan lokal gereja.

“Kami sudah biasa berbagi lahan parkir baik di sekitar masjid atau sebaliknya di sekitar gereja dalam perayaan keagamaan. Kami memang sudah sejak lama hidup berdampingan puluhan tahun silam saat pertama kali para orangtua kami menetap di desa ini,” ujar Sodik salah satu warga yang ikut membantu pengaturan parkir di area masjid Al Istiqomah dalam perayaan Natal 2017 di Gereja Santo Petrus dan Paulus Pasuruan, Senin (25/12/2017)

Dalam perayaan Ekaristi Hari Raya Natal umat Katolik di gereja Santo Petrus dan Paulus Pasuruan,Pastor Wolfram, Pr memimpin jalannya liturgi ekaristi Natal.

Perayaan Natal dimulai dengan perarakan dan pemberkatan altar dan dilanjutkan ibadah Sabda serta liturgi perayaan Kelahiran Yesus Kristus.

Bacaan Alkitab yang diperdengarkan dari Kitab Perjanjian Lama diantaranya Kitab Nabi Yesaya menjadi nubuatan akan kedatangan Yesus Kristus sebagai juru selamat.

Homili atau kotbah pastor yang biasanya diisi dengan nasihat serta mengupas isi Injil pada perayaan Natal 2017 diisi dengan pembacaan surat gembala Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) yang menekankan kehadiran damai sejahtera yang hadir dalam Juru Selamat Yesus Kristus.

Sebagai umat Katolik yang menjadi bagian dari bangsa Indonesia pesan Natal menekankan peran serta umat Katolik dalam berbangsa dan bernegara.

“Umat Katolik tetap menjadi bagian dari bangsa Indonesia dengan semangat seratus persen Indonesia dan seratus persen Katolik dengan tetap membawa damai sejahtera dalam perbedaan di negeri ini,” ungkap Pastor Wolfram dalam homilinya.

Semangat kerukunan dan persaudaraan menjadi bagian dari kehidupan berbangsa dan beragama karena menurut Pastor Wolfram,Pr gereja Katolik hidup berdampingan dengan umat agama lain dalam persaudaraan.

Pesan Natal tersebut diakuinya sesuai dengan Retret Gereja Katolik yang akan menjadikan tahun 2018 sebagai tahun keluarga sebab damai sejahtera bisa dimulai dari keluarga.

Damai sejahtera yang ada di masyarakat,bangsa dan kehidupan sehari hari dilanjutkan dalam homili pastor Wolfram, Pr menyebut tidak akan bisa timbul dari hati setiap umat Katolik.

Damai sejahtera disebutnya akan diperoleh dengan adanya pengampunan bahkan menghilangkan fanatisme sempit dalam diri setiap manusia dan saling memaafkan.

Kehadiran Yesus Kristus yang lahir di kandang domba sekaligus menjadi semangat bagi umat Kristiani yang merayakan Natal setiap tahun dan harus dijiwai sebagai kesederhanaan dan kedamaian.

Liturgi perayaan Ekaristi dengan liturgi sabda dan homili dan penerimaan komuni tersebut berlangsung dengan khidmat meski sebagian umat harus ikut merayakan Natal di luar gereja dengan disediakan kursi dan tenda di luar gereja.

Perayaan Natal tersebut dari pantauan Cendana News mendapat pengamanan dari personil Polres Lampung Selatan dan personil Polsek Penengahan hingga selesai perayaan Natal pagi di Gereja Santo Petrus dan Paulus tersebut.

Pastor Wolfram,Pr (paling belakang) memimpin perarakan perayaan Ekaristi Hari Raya Natal di gereja Santo Petrus dan Paulus -Foto: Henk Widi.
Lihat juga...