Sektor Perikanan di Sumbar Menarik Banyak Investor

PADANG — Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumatera Barat (Sumbar) Yosmeri mengatakan bahwa investasi di bidang perikanan cukup banyak diminati. Investor tidak hanya datang dari luar daerah di Sumbar, tetapi masyarakat di Sumbar juga turut mendominasi investasi di bidang perikanan.

Ia menyebutkan, investasi di bidang perikanan yang dilakukan selama ini kebanyakan di bidang budidaya ikan, udang, dan kerang mutiara. Bentuk investasinya memang terbilang tidak terlalu besar, yakni hanya membuat tempat budidaya dengan memanfaatkan lahan yang dimiliki oleh masyarakat.

“Investasi pada sektor perikanan  perikanan ini memang yang bergerak itu terbilang sederhana saja. Seperti halnya investasi untuk undang vaname (litopenaeus vannamei). Di Sumbar ada beberapa daerah yang melakukan budidaya udang vaname tersebut, dengan hasil panen di atas rata 4 ton,” katanya, Senin (25/12/2017).

Menurutnya, untuk investasi  sektor perikanan untuk budidaya udang vaname itu terdapat di tujuh kabupaten dan kota, yakni Kabupaten Mentawai, Pesisir Selatan, Padang Pariaman, Agam, Pasaman Barat, Kota Padang dan Pariaman.

Dikatannya, saat ini dari tujuh daerah itu baru dua daerah yang mulai mengembangkan budi daya udang vaname yaitu Padang dan Padang Pariaman dengan hasil yang sangat menggembirakan.

Berdasarkan perhitungan pasca panen, dari lahan seluas 6.000 meter persegi (enam kolam) di Nagari Tiram Kecamatan Ulakan Tapakis Padang Pariaman, bisa dihasilkan 7,2 ton udang dengan penjualan rata-rata Rp70 ribu – Rp100 ribu per kilogram.

Investasi lainnya untuk budidaya lele, di Sumbar sendiri bisa dikatakan hampir di seluruh kabupaten dan kota memiliki investasi untuk budidaya lele tersebut. Cara pengembangannya pun beragam, mulai dari dengan cara tradisional maupun yang menggunakan teknologi.

Misalnya yang dilakukan di Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Sumbar, yang melakukan budidaya lele dengan mengguakan tekonologi biokrof.

Dengan memanfaatkan lahan perkantoran yang terbilang sangat minimalis, Camat Lubuk Begalung berhasil melakukan budidaya lele dengan menggunakan teknologi biofrok.

“Hal yang dilakukan oleh Camat Lubuk Begalung itu merupakan salah satu bentuk investasi di bidang perikanan. Karena hal yang telah dilakukan oleh Camat itu, nantinya akan dikembangkan ke rumah-rumah masyarakat, dan akan disebarkan pengetahuan yang di dapatkan itu ke sejumlah daerah di Sumbar,” ucapnya.

Selain tentang budidaya udang dan ikan lele, di Sumbar juga ada investasi pada budidaya kerang mutiara yang dilakukan di dua pulau di Kota Padang yakni di Pulau Bintangor dan Marak. Untuk budidaya kerang mutiara itu, Yosmeri menyebutkan, investasinya dilakukan langsung oleh investor asal Nusa Tenggara Barat.

Lihat juga...