Perpustakaan Desa Tumbuhkan Inovasi Desa

LAMPUNG – Keberadaan perpustakaan desa di setiap desa menjadi salah satu upaya pemerintah desa dalam menyediakan informasi bagi masyarakat yang akan menimba ilmu melalui buku-buku bermanfaat yang disediakan dengan berbagai jenis judul sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Sugeng Hariyono selaku fasilitator Perpustakan Seru (PerpuSeru) Kabupaten Lampung Selatan yang bekerjasama dengan salah satu yayasan milik perusahaan minuman di Lampung menyebut, upaya memaksimalkan fungsi perpustakaan harus diiringi dengan minat baca masyarakat sekaligus pengaplikasian dalam program tepat guna.

Salah satu desa yang sudah berhasil mengaplikasikan fungsi perpustakaan desa dalam program pembangunan di desa, disebut Sugeng Hariyono, adalah Desa Titiwangi Kecamatan Candipuro Kabupaten Lampung Selatan.

Ia menyebut bentuk inovasi yang sudah dilakukan oleh pemerintah desa Titiwangi di antaranya berwujud bank darah, swasembada water closet (WC) dan perpustakaan seru.

“Keberadaan perpustakaan memang sangat penting karena diharapkan bisa membantu masyarakat sekaligus membuat inovasi bagi desa yang tercetus dari perpustakaan. Terutama dari koleksi buku-buku pendukung kegiatan inovasi desa,” terang Sugeng Hariyono selaku fasilitator Perpustakan Seru Kabupaten Lampung Selatan, saat menjadi salah satu pembicara dalam kegiatan replikasi inovasi desa di Balai Desa Titiwangi Kecamatan Candipuro, Jumat (29/12/2017).

Ia juga menyebut, sepanjang tahun 2017 di Provinsi Lampung berbagai inovasi dalam gerakan literasi bergerak merupakan bentuk inovasi dalam menularkan budaya literasi di masyarakat dengan mempergunakan sepeda, perahu serta kendaraan roda dua serta berbagai alat lain dengan membawa buku.

Kondisi tersebut diakuinya juga bisa menjadi contoh dalam pengembangan inovasi desa karena menurutnya kegiatan inovasi desa harus diawali walaupun dari hal yang sederhana dan bermanfaat bagi masyarakat.

Ia juga menyebut, saat ini sudah mulai dibentuk Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) di setiap desa dengan penggunaan anggraran Dana Desa yang bisa dianggarkan untuk pengembangan perpustakaan desa karena perpustakaan desa juga menjadi salah satu inovasi desa.

Dukungan dari setiap desa dengan menyiapkan lokasi untuk perpustakaan disebutnya juga bisa mencontoh dari keberadaan kampung literasi Desa Pasuruan dengan inovasi one home one library atau satu rumah satu perpustakaan.

Inovasi desa yang merupakan Program Kementerian Desa diharapkan menjadi salah satu cara peningkatan kesejahteraan masyarakat. Melalui perpustakaan menjadi media inovasi misalnya karena keberadaan fasilitas komputer dan internet di perpustakaan untuk informasi. Diharapkan dengan kegiatan ini, setiap desa di Kecamatan Candipuro bisa mengembangkan inovasi sesuai dengan potensi desa.

Pengalokasian dana desa untuk penyelenggaraan perpustakaan desa juga disebutnya menyesuaikan kesepakatan bersama antara aparat desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dengan alokasi anggaran berkisar Rp15 juta hingga Rp20 juta. Beberapa desa yang sudah memiliki fasilitas perpustakaan disebut Sugeng Hariyono bahkan melengkapi fasilitas dalam ruang perpustakaan dengan komputer dan akses internet.

Salah satu pembicara dalam kegiatan replikasi inovasi desa di Balai Desa Titiwangi Kecamatan Candipuro, Joko Hadirinekso dari Sekolah Swasembada WC Indonesia sekaligus tentara Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) menjadi salah satu contoh inovasi desa dalam upaya pengembangan dan pencapaian Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Misalnya dalam penyediaan fasilitas WC. Termasuk dalam pelatihan pembuatan jamban sehat yang berkoordinasi dengan pemerintah desa.

Joko Hadinirekso menyebut, inovasi dalam swasembada WC disebutnya sangat penting karena swasembada WC merupakan program yang digaungkan oleh pemerintah pusat maupun daerah khususnya Lampung Selatan dan mendapat dukungan dari masyarakat. Sebutan untuk tentara STBM diberikan kepada para relawan yang memiliki kepedulian dalam pembuatan wc di setiap desa.

“Dengan adanya sekolah WC tersebut diharapkan para relawan menjadi kader STBM sekaligus tenaga militan untuk pengembangan inovasi desa dan pemberdayaan masyarakat khususnya dalam penyediaan jamban sehat,” tutur Joko.

Pembicara lain dalam pertemuan tersebut, Sertiana, SE. MM selaku Kabid Perpustakaan Daerah Lampung Selatan menyampaikan, pengembangan perpustakaan desa menjadi prioritas perpustakaan daerah dengan pendanaan mandiri. Diharapkan setiap desa menganggarkan dari Anggaran Dana Desa karena sudah diatur di Permendes. Perpustakaan desa juga sekaligus menjadi sumber penyelenggaraan inovasi desa dalam berbagai bidang terutama dengan adanya buku bacaan yang sesuai.

Joko Hadinirekso salah satu tentara STBM di Sekolah Swasembada WC Lampung Selatan memaparkan program STBM [Foto: Ist]
Lihat juga...