Persoalan Infrastruktur, Evaluasi TdS 2017

PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melakukan evaluasi pelaksanaan iven balap sepeda Tour de Singkarak (TdS) 2017 bersama pihak terkait yang terlibat pada pelaksanaan TdS tersebut. Infrastruktur adalah hal yang paling dominan dibicarakan pada rapat itu.

Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit yang memimpin rapat evaluasi itu mengatakan, TdS 017 yang diselenggarakan dari tanggal 18-26 November 2017 beberapa waktu lalu itu, ada beberapa persoalan yang patut dievaluasi, seperti halnya infrastruktur.

“Yang patut dievaluasi yakni, infrastruktur. Sebab ini merupakan sarana penunjang yang paling vital. Selain itu, pelayanan terkait konsumsi di daerah dan keamanan,” ujarnya, Rabu (20/12/2017) di Hotel Pangeran Beach, Padang.

Ia menyebutkan, ada tiga unsur yang merupakan prioritas untuk dievaluasi, seperti jalan, hotel, dan infrastruktur pendukung lainnya. Ia menyatakan hal tersebut perlu dilakukan, karena memiliki resiko yang sangat tinggi jika tidak dilakukan evaluasi.

Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit/Foto: M. Noli Hendra

“Ini harus kita evaluasi bersama sehingga penyelenggaraan TdS dari tahun ke tahun makin membaik,” ucapnya.

Selain itu, katanya, yang akan menjadi tuan rumah sebagai Grand Star dan Finish belum dapat dipastikan sekarang. Karena, untuk menjadi tuan rumah, perlu mempunyai kesiapan yang matang.

Bahkan, meskipun ada Kabupaten Solok yang meminta Grand Star pada tahun 2018 mendatang, akan tetapi belum bisa diputuskan, mengingat Solok telah pernah menjadi tuan rumah pada TdS 2016 lalu.

“Jadi pada rapat selanjutnya, akan dibahas lagi siapa yang bersedia menjadi Grand Star dan Finish,” katanya.

Menurutnya, daerah yang selama ini menjadi Grand Star dan finish terkendala akan penginapan. Karena tidak banyak daerah yang memiliki hotel berkualitas internasional.

“Jadi kita sarankan daerah yang bersedia nanti. Jika tidak memiliki hotel berkualitas dapat kerjasama dengan daerah terdekat yang memiliki hotel sehingga official dan pebalap tidak terlalu jauh menuju lokasi penyelenggara,” ulasnya.

Untuk daerah lain yang berkeinginan bergabung ikut serta dalam ajang tahunan ini, Nasrul akan bicarakan lebih lanjut dengan Gubernur. Dikarenakan ada beberapa daerah di luar Sumbar seperti Jambi dan Riau yang berkeinginan ikut serta sebagai penyelenggara TdS.

“Kita akan kirim surat resmi untuk mengundang daerah yang berkeingian ikut serta TdS tersebut dan akan dibicarakan lebih lanjut,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Oni Yulfian mengatakan jika melihat secara keseluruhan pelaksanaan TdS 2017 termasuk bagus. Karena, hampir tidak ada kendala yang berarti selama berlangsungnya TdS 2017.

“Alhamdulillah, TdS 2017 berjalan bagus. Respon dari masyarakat pun positif, dan perekonomian ketika itu tumbuh dengan bagus,” ujarnya.

Kendati demikian, Oni mengakui persoalan infrastruktur memang menjadi persoalan yang sempat dikhawatirkan sebelum TdS dimulai. Seperti kondisi jalan dari Solok menuju Kabupaten Solok Selatan. Ketika itu, setiap saat dari pihak provinsi terus mendesak pihak Balai Pelaksana Jalan Nasional untuk bekerja keras.

“Jalan memang hal yang dikhawatirkan, tapi pas melewati Solok – Solok Selatan, kondisi jalan dapat dilalui dengan aman dan nyaman. Tentunya ke depan, soal seperti ini perlu diatasi,” tegasnya.

Lihat juga...